Strategi harga agresif Dell untuk laptop XPS 13 generasi terbaru tampaknya hanya berlaku untuk pasar Amerika Serikat. Di Inggris, banderol yang diminta justru membuat laptop ini kehilangan posisinya sebagai pesaing langsung MacBook Neo dari segi nilai.
Di Amerika Serikat, XPS 13 dibanderol 699 dolar AS untuk varian dengan RAM 8GB dan penyimpanan 512GB — angka yang sama persis dengan harga MacBook Neo. Perangkat ini bahkan lebih ringan (2,2 pon vs 2,7 pon) dan sudah menyertakan layar sentuh serta keyboard backlit.
Namun, ketika sampai di Inggris, ceritanya berubah drastis. Dell menjual XPS 13 tersebut seharga 899 poundsterling — atau sekitar 749,17 poundsterling sebelum pajak. Sementara itu, MacBook Neo dijual seharga 699 poundsterling, yang sudah termasuk PPN 20 persen, atau setara 582,50 poundsterling tanpa pajak.
Artinya, selisih harga antara kedua laptop di Inggris mencapai lebih dari 166 poundsterling. "Perbandingan itu membuat saya mendesah sambil minum teh," tulis Ben, Senior Editor Windows Central yang melaporkan temuan ini.
Konsumen Inggris Membayar Pajak Lebih, Dapat Nilai Lebih Sedikit
Di AS, harga 699 dolar AS belum termasuk pajak negara bagian yang bervariasi. Di Inggris, PPN 20 persen sudah otomatis masuk dalam setiap label harga. Tapi masalahnya, Dell mematok harga dasar yang lebih tinggi sebelum pajak.
Apple memang juga menambahkan margin di Inggris, tapi selisihnya tidak selebar yang dilakukan Dell. "Dell meminta bayaran ekstra sekitar 166 hingga 200 poundsterling lebih banyak," tulis Ben.
Untungnya, ada sedikit celah. Dell menawarkan diskon pelajar sebesar 699 poundsterling untuk XPS 13 di Inggris. Tapi itu pun masih 100 poundsterling lebih mahal dari MacBook Neo tanpa diskon.
Rekomendasi Berubah: Dari "Wajib Beli" Jadi "Tunggu Diskon"
Di Amerika Serikat, XPS 13 baru ini jelas merupakan tawaran menarik untuk pengguna dengan kebutuhan komputasi standar — browsing web, aplikasi perkantoran, dan tugas ringan sehari-hari. Dell juga memberikan opsi diskon pelajar hingga 599 dolar AS melalui program Rewards.
Tapi untuk konsumen di Inggris, saran para pengamat berbeda. "Arahkan ke diskon pelajar jika bisa. Kalau tidak, tunggu saja obral — Amazon Prime Day sudah dekat," tulis Ben.
Kasus ini kembali menyoroti praktik penetapan harga regional yang kerap merugikan konsumen di luar AS. Untuk laptop sekelas XPS 13 yang seharusnya menjadi jawaban Dell atas mahalnya laptop premium, ketimpangan harga ini justru membuatnya sulit direkomendasikan, terutama di pasar Inggris.