Pencarian

PROJO Dukung Langkah Gibran Buka Pintu Istana untuk Mahasiswa, Sebut Wapres Terbuka pada Aspirasi

Selasa, 16 Juni 2026 • 22:32:31 WIB
PROJO Dukung Langkah Gibran Buka Pintu Istana untuk Mahasiswa, Sebut Wapres Terbuka pada Aspirasi
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyambut inisiatif Gibran membuka ruang dialog dengan mahasiswa di Istana.

SUMATERA UTARA — Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, menyambut baik inisiatif Gibran yang menyediakan ruang dialog langsung dengan mahasiswa di lingkungan Istana. Menurutnya, pertemuan itu menjadi simbol bahwa pemerintahan saat ini tidak alergi terhadap suara kritis generasi muda.

"Pintu Istana dibuka lebar. Ini pertanda baik bahwa pemimpin kita, Mas Gibran, mau mendengar langsung keresahan mahasiswa," ujar Budi Arie dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (16/6).

Respons Positif di Tengah Dinamika Politik

Dukungan Projo muncul di tengah meningkatnya gelombang aspirasi mahasiswa yang menyuarakan berbagai isu, mulai dari kebijakan ekonomi hingga penegakan hukum. Budi Arie menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata Wakil Presiden untuk menyerap aspirasi publik.

"Ini bukan sekadar foto bersama. Ada dialog substantif yang terjadi. Kami di Projo mengapresiasi langkah ini dan berharap ditiru oleh pejabat lainnya," tambah Budi Arie.

Pertemuan Tanpa Agenda Resmi

Pertemuan yang berlangsung pada Senin sore itu tidak tercatat dalam agenda resmi Wakil Presiden. Gibran menerima sejumlah perwakilan mahasiswa di ruang kerjanya tanpa pengawalan protokoler yang ketat. Suasana santai namun serius mewarnai diskusi yang berlangsung sekitar satu jam.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Wakil Presiden mengenai materi pembicaraan yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, sejumlah mahasiswa yang hadir menyebutkan bahwa mereka menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait kebijakan pemerintah.

Projo: Bukan Sekadar Pencitraan

Projo membantah anggapan bahwa pertemuan itu hanya bertujuan untuk meredam kritik atau sekadar pencitraan politik. Budi Arie menekankan bahwa Gibran memiliki rekam jejak sebagai pemimpin muda yang terbuka terhadap masukan.

"Mas Gibran sudah terbukti ketika menjadi wali kota Solo. Beliau sering turun langsung dan mendengar warga. Sekarang sebagai wakil presiden, skalanya lebih besar, tapi prinsipnya sama," ucap Budi Arie.

Organisasi relawan ini berharap agar pola komunikasi semacam ini terus berlanjut dan menjadi budaya politik baru di Indonesia. Menurut Projo, kehadiran mahasiswa di Istana bukanlah ancaman, melainkan mitra kritis yang diperlukan untuk menjaga arah kebijakan tetap berpihak pada rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Sekretariat Kabinet atau pihak Istana Presiden mengenai pertemuan tersebut. Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam beberapa aliansi menyatakan akan terus mengawal tindak lanjut dari dialog yang telah dilakukan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks