Pencarian

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Rupiah Mulai Menguat Juli 2026, Stabil di Rp 16.800/US$ pada 2027

Rabu, 10 Juni 2026 • 13:43:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Rupiah Mulai Menguat Juli 2026, Stabil di Rp 16.800/US$ pada 2027
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis rupiah mulai menguat pada Juli 2026.

JAKARTA — Pemerintah optimistis rupiah yang saat ini tertekan akan kembali perkasa pada paruh kedua tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penguatan itu akan terjadi secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2026.

“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Apa Penyebab Tekanan Rupiah Saat Ini?

Purbaya menjelaskan tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini bersumber dari tiga faktor utama. Pertama, sentimen global yang tidak menentu. Kedua, kondisi risk-off di pasar keuangan global. Ketiga, tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik.

Meski demikian, pemerintah meyakini tekanan itu bisa diredam. Kuncinya ada pada koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) juga disebut sebagai faktor krusial.

Strategi Pemerintah Menahan Gejolak Valas

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor,” ucap Purbaya.

Langkah-langkah ini dinilai akan memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri. Ditambah lagi, perbaikan kepercayaan investor diharapkan mampu menahan arus modal keluar yang selama ini membebani rupiah.

Target Resmi Pemerintah untuk Rupiah 2027

Keyakinan pemerintah ini sudah dituangkan dalam dokumen resmi. Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai pendahuluan RAPBN 2027, pemerintah mematok nilai tukar rupiah bergerak di angka Rp 16.800 sampai Rp 17.500 per dolar AS.

Meredanya Ketegangan Geopolitik Jadi Penopang

Purbaya menyebut penguatan nilai tukar rupiah juga ditopang oleh faktor eksternal. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan mereda. Kondisi itu akan membuat pertumbuhan ekonomi global membaik dan berdampak positif bagi nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS,” tutur Purbaya.

Bagikan
Sumber: informasiterpercaya.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks