MEDAN — Dua kecamatan di Kabupaten Langkat terendam banjir setelah sungai meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi, Senin (8/9). Berdasarkan data Pusdalops Sumut, sebanyak 2.706 KK di Kecamatan Batang Serangan dan 700 KK di Kecamatan Padang Tualang terdampak langsung bencana ini.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan banjir terjadi pada Senin lalu. "Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut, banjir melanda dua kecamatan," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa (9/9).
Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Tak Mengungsi
Meski ribuan rumah terendam, Yuyun—sapaan akrab Sri Wahyuni—memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. "Berdasarkan laporan tidak ada jumlah pengungsi, korban luka maupun korban jiwa," ujarnya.
Kondisi itu menunjukkan warga masih bisa bertahan di rumah masing-masing meski terdampak banjir. Pemerintah setempat bersama BPBD Sumut terus berkoordinasi untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Bantuan Geobag Dikerahkan untuk Tanggul Sungai
Pemerintah Kabupaten Langkat langsung bergerak dengan mengirimkan bantuan geobag ke lokasi terdampak. Geobag digunakan untuk menahan atau menimbun tanggul sungai yang rawan jebol akibat tekanan air.
"Pemerintah kabupaten setempat melakukan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait serta memberikan bantuan geobag untuk menahan atau menimbun tanggul sungai," kata Yuyun. Ia menambahkan BPBD Sumut juga turun langsung melakukan koordinasi penanganan bencana di lapangan.
Kecamatan Batang Serangan Paling Terdampak
Dari total 3.406 KK terdampak, Kecamatan Batang Serangan mencatat angka tertinggi dengan 2.706 KK. Sementara Kecamatan Padang Tualang mencatat 700 KK. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bahwa luapan sungai di Batang Serangan lebih luas atau durasi genangan lebih lama.
Pusdalops Sumut masih terus memantau perkembangan situasi di kedua kecamatan. Belum ada laporan tambahan mengenai perluasan area terdampak atau kebutuhan darurat lainnya hingga berita ini diturunkan.