Pencarian

Premio, Motor Bebek Berselimut Vario yang Dibuat APPKTM di Era 2000-an

Rabu, 03 Juni 2026 • 02:42:01 WIB
Premio, Motor Bebek Berselimut Vario yang Dibuat APPKTM di Era 2000-an
Premio, motor bebek dengan bodi mirip Honda Vario buatan APPKTM di era 2000-an.

SUMATERA UTARA — Di Indonesia, tidak sedikit motor dari merek non-Jepang yang lahir dengan desain gado-gado atau nyeleneh. Salah satu yang paling membekas di ingatan adalah Premio, motor buatan APPKTM yang pernah bikin banyak orang garuk-garuk kepala saat melihatnya di jalan. Sekilas, motor ini mirip Honda Vario generasi awal, tapi ternyata ia adalah motor bebek.

Bodi Vario, Kaki Bebek: Perpaduan yang Membingungkan

Premio menggunakan bodi depan yang nyaris identik dengan Honda Vario 110 generasi pertama yang meluncur pada pertengahan 2000-an. Lampu depan, panel instrumen, hingga lekukan fairing dibuat sangat mirip, seolah-olah APPKTM ingin menghadirkan skutik tapi dengan platform yang berbeda.

Namun, begitu mata bergerak ke bagian bawah, keanehan langsung terlihat. Motor ini tidak menggunakan pelek kecil khas skutik, melainkan pelek ring 17 inci yang merupakan ciri khas motor bebek. Ditambah lagi, posisi mesin dan sasis-nya adalah bebek, bukan skutik. Hasilnya adalah motor dengan tampilan hybrid yang sulit dikategorikan.

APPKTM: Pabrikan Lokal dengan Ikon Iklan Inul Daratista

APPKTM sendiri merupakan akronim dari Asosiasi Perusahaan Pengrajin Kendaraan dan Traktor Indonesia. Di era 2000-an, merek ini cukup sering muncul di iklan televisi dengan menggandeng pedangdut Inul Daratista sebagai bintangnya. Strategi itu sukses membuat nama APPKTM dikenal luas, meskipun secara produk, motor-motor mereka lebih sering disebut sebagai motor "rakitan" atau "komponan".

Premio bukan satu-satunya model anomali dari APPKTM. Banyak produk mereka yang mengambil inspirasi desain dari motor Jepang populer, lalu dipadukan dengan komponen lokal atau sasis yang berbeda. Pendekatan ini membuat harga jualnya lebih murah dibanding motor Honda atau Yamaha asli.

Mengapa Motor Seperti Premio Bisa Ada?

Fenomena ini terjadi karena pada masa itu, aturan hak paten desain di Indonesia belum seketat sekarang. Produsen lokal bisa memproduksi bodi yang sangat mirip dengan motor Jepang tanpa masalah hukum yang berarti. Selain itu, konsumen Indonesia di era tersebut lebih mementingkan harga murah dan tampilan menyerupai motor mahal, ketimbang performa mesin atau nilai jual kembali.

Kini, motor-motor seperti Premio sudah sangat jarang ditemui di jalan. Sebagian besar sudah masuk tempat rongsokan atau menjadi koleksi para penggemar motor antik dan unik. Bagi yang pernah melihat atau bahkan memiliki Premio, motor ini pasti meninggalkan kesan tersendiri: bingung, tapi juga lucu.

Bagikan
Sumber: gridoto.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks