Pencarian

CEO Jensen Huang Sebut Aksi Jual Saham Teknologi Global sebagai Peluang Beli, Ekspansi AI Baru Dimulai

Senin, 08 Juni 2026 • 10:54:01 WIB
CEO Jensen Huang Sebut Aksi Jual Saham Teknologi Global sebagai Peluang Beli, Ekspansi AI Baru Dimulai
CEO Nvidia Jensen Huang menyebut aksi jual saham teknologi global sebagai peluang beli strategis.

SUMATERA UTARA — Pernyataan Huang ini menjadi sinyal optimistis di tengah volatilitas yang melanda indeks saham teknologi global, termasuk Nasdaq yang terkoreksi cukup dalam. Dalam sebuah kesempatan, ia menegaskan bahwa fundamental industri AI masih solid dan aksi jual yang terjadi bersifat teknis, bukan struktural.

"Pembangunan AI baru saja dimulai. Ini adalah awal dari sebuah era baru, bukan akhir," ujar Huang dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh sejumlah media internasional.

Mengapa Selloff Saham Teknologi Justru Jadi Peluang

Huang menilai koreksi harga saham yang terjadi justru membuka entry point yang menarik bagi investor. Menurutnya, valuasi perusahaan yang terkoreksi tidak serta-merta mengubah prospek pertumbuhan jangka panjang. Permintaan terhadap unit pemroses grafis (GPU) untuk pusat data AI terus melonjak, dan Nvidia berada di posisi sentral dalam rantai pasok global.

Data dari Bloomberg menunjukkan, indeks Philadelphia Semiconductor Index (SOX) telah turun lebih dari 10% dari puncaknya pada awal tahun. Saham Nvidia sendiri sempat kehilangan lebih dari 15% kapitalisasi pasarnya dalam sepekan terakhir, namun Huang menegaskan bahwa penurunan ini tidak mengubah peta jalan perusahaan.

Bukan Sinyal Puncak Siklus AI

Sejumlah analis sempat mengkhawatirkan bahwa aksi jual massal ini bisa menjadi indikasi bahwa puncak siklus investasi AI telah tercapai. Namun, pernyataan Huang membantah kekhawatiran tersebut. Ia justru melihat bahwa adopsi AI masih dalam tahap awal, terutama di sektor perusahaan dan pemerintahan yang baru mulai mengintegrasikan teknologi ini ke dalam operasional mereka.

“Kami melihat permintaan dari berbagai industri, mulai dari perawatan kesehatan hingga manufaktur, dan itu belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham saat ini,” imbuhnya.

Apa Artinya bagi Pasar Global dan Investor

Pernyataan dari CEO Nvidia ini bisa menjadi katalis positif bagi sentimen pasar saham Asia dan global pada sesi perdagangan berikutnya. Investor di bursa regional, termasuk Indonesia, kerap menjadikan pergerakan saham teknologi AS sebagai acuan. Saham emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terafiliasi dengan rantai pasok global, seperti penyedia data center dan komponen elektronik, berpotensi ikut terdorong.

Meski demikian, investor tetap disarankan untuk mencermati risiko volatilitas jangka pendek. Pasar masih menunggu data inflasi Amerika Serikat dan sinyal kebijakan suku bunga The Fed yang bisa mempengaruhi aliran modal ke aset berisiko, termasuk saham teknologi.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: bloomberg.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks