Zeira menekankan pengawasan ketat harus dimulai sejak hewan memasuki wilayah Sumut hingga proses penjualan di lapak pedagang. Pemeriksaan tidak hanya mencakup kondisi fisik hewan, tetapi juga kelengkapan dokumen kesehatan dan potensi penyebaran penyakit menular.
“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban harus benar-benar dimaksimalkan. Jangan sampai ada hewan yang sakit atau tidak memenuhi syarat syariat dan kesehatan beredar di tengah masyarakat,” ujar politisi PKB itu kepada Mistar, Senin (18/5/2026).
Tim Pemeriksa Turun ke Titik Penjualan Pekan Depan
Zeira meminta Dinas Peternakan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menurunkan tim pemeriksa ke titik penjualan hewan kurban. Aktivitas jual beli diperkirakan mulai ramai dalam sepekan ke depan.
“Momentum Iduladha harus dipastikan berjalan baik. Masyarakat harus mendapatkan hewan kurban yang sehat dan sesuai ketentuan,” katanya.
Sosialisasi Standar Kesehatan untuk Pedagang dan Peternak
Legislator daerah itu mendorong pemerintah daerah bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada pedagang dan peternak. Standar kesehatan hewan kurban harus dipahami seluruh rantai pasok agar risiko penyakit dapat ditekan sejak dari peternakan.