SUMATERA UTARA — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i mengingatkan publik untuk tidak membangun opini berdasarkan dugaan awal terkait insiden ledakan di MAN 3 Padang. Ia menegaskan pengalaman dari sejumlah kasus sebelumnya membuktikan bahwa praduga pertama kerap tidak selaras dengan hasil investigasi akhir.
Pelajaran dari Kasus Sebelumnya
"Peristiwa seperti yang terjadi di MAN 3 Padang harus ditelusuri secara utuh. Jangan terburu-buru menyimpulkan apa yang menjadi pemicu hingga peristiwa itu terjadi," ujar Wamenag Romo M Syafi'i dalam pernyataan yang dikutip Antara, Kamis pekan lalu.
Romo Syafi'i mencontohkan ledakan di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan radikalisme. Setelah didalami, kata dia, peristiwa itu justru dipicu oleh persoalan psikologis pelaku. Ia meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum dan tidak membangun opini berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Perundungan Masuk Radar Pemerintah
Di sisi lain, Wamenag menilai insiden ini harus menjadi momentum memperkuat perlindungan anak, termasuk mencegah praktik perundungan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, isu perundungan telah menjadi perhatian serius pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga di bawah Kemenko PMK.
Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Perundungan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. "Penanganan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu pemerintah membangun sinergi lintas sektor melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) agar setiap anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan perundungan," kata Romo Syafi'i.
Fokus pada Ruang Aman bagi Anak
Satgas dan Gernas RANA, menurut Wamenag, difokuskan untuk mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi anak-anak. Cakupannya meliputi lingkungan rumah, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital. Ia menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.
Selain penegakan aturan, pencegahan perundungan memerlukan penguatan pendidikan karakter, kepedulian orang tua, guru, dan masyarakat, serta layanan pendampingan bagi anak. "Ini harus menjadi perhatian kita bersama agar sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa dalam mempersiapkan masa depannya," ujar Wamenag Romo M Syafi'i.