MEDAN — Seekor sapi Brahman seberat 1,01 ton menjadi bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk warga Kota Medan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ahmad Untung Lubis mengatakan sapi itu dibeli dari peternak lokal di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Pemeriksaan Kesehatan Sapi Kurban Presiden
Kementerian Pertanian bersama tim dari Pemkot Medan telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi tersebut. "Semalam petugas kami juga mengecek kesehatan," ujar Ahmad di Medan, Senin.
Meski tidak merinci detail hasil pemeriksaan, Ahmad memastikan sapi bantuan mantan Menteri Pertahanan itu dalam kondisi sehat dan layak menjadi hewan kurban. Sapi akan disembelih di Kantor Kecamatan Medan Belawan dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Kebutuhan Hewan Kurban di Medan Capai 10.586 Ekor
Pada Idul Adha tahun ini, kebutuhan hewan kurban di Kota Medan meningkat signifikan. Ahmad menyebut angka kebutuhan mencapai 10.586 ekor yang tersebar di 21 kecamatan — naik dari 9.635 ekor pada tahun sebelumnya.
Peningkatan kebutuhan ini menunjukkan tren pertumbuhan partisipasi warga dalam ibadah kurban di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban pun diperketat di seluruh kecamatan.
Fakta Singkat Sapi Kurban Presiden untuk Medan
- Jenis sapi: Brahman
- Berat: 1.010 kg atau 1,01 ton
- Asal peternak: Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara
- Lokasi penyembelihan: Kantor Kecamatan Medan Belawan
- Pemeriksa kesehatan: Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan
Pemkot Medan Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ahmad Untung Lubis mengatakan pihaknya terus mendampingi proses pemeriksaan hewan kurban dari hulu ke hilir. "Pemerintah Kota Medan menerima bantuan sapi kurban Presiden sebanyak satu ekor jenis Brahman seberat 1.010 kilogram, atau 1,01 ton," kata Ahmad.
Dengan total kebutuhan 10.586 ekor, Pemkot Medan memastikan setiap hewan kurban yang masuk ke wilayahnya telah melalui pemeriksaan antemortem dan postmortem. Langkah ini untuk menjamin daging kurban yang diterima warga aman dikonsumsi.