MEDAN — IHSG mengawali perdagangan Selasa (18/2) di zona hijau, menguat 0,33 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Level 6.057,76 yang berhasil disentuh indeks utama ini menjadi catatan positif di tengah fluktuasi pasar global yang masih tinggi.
Penguatan IHSG terjadi seiring dengan kenaikan indeks LQ45 yang mewakili 45 saham paling likuid. Indeks ini naik 0,74 poin atau 0,12 persen ke posisi 603,11, menunjukkan kepercayaan investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar masih terjaga.
Sektor Apa yang Paling Diuntungkan?
Data perdagangan awal menunjukkan sektor keuangan, khususnya perbankan, menjadi motor penggerak utama. Saham-saham tambang dan energi juga turut mendorong indeks ke zona hijau. Kondisi ini relevan bagi investor di Sumut yang banyak menempatkan dana di emiten-emiten perkebunan dan batu bara yang terdaftar di bursa.
Analis menilai sentimen positif datang dari data ekonomi domestik yang stabil dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga. Namun, investor tetap diminta waspada terhadap potensi tekanan dari eksternal, terutama kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Volume Transaksi dan Kapitalisasi Pasar
Pada sesi awal perdagangan, volume transaksi tercatat cukup aktif dengan kapitalisasi pasar IHSG yang kembali mendekati angka Rp 10.000 triliun. Level ini menjadi indikator bahwa likuiditas di pasar modal Indonesia masih melimpah.
Bagi pelaku pasar di Medan dan sekitarnya, momentum penguatan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi saham, terutama pada emiten dengan fundamental kuat. Namun, diversifikasi portofolio tetap disarankan untuk mengantisipasi volatilitas jangka pendek.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi domestik dan rilis laporan keuangan emiten kuartal IV-2024 yang mulai dipublikasikan. Investor disarankan mencermati pengumuman laba bersih perusahaan-perusahaan besar yang menjadi barometer indeks.