SUMATERA UTARA — Danau epishelf Milne Fiord di Pulau Ellesmere, Nunavut, Kanada, hilang setelah lapisan es penahannya pecah pada Juli 2020 dan kehilangan sekitar 45% luas. Studi di jurnal Scientific Reports edisi Agustus 2026 merekonstruksi prosesnya lewat data pengukuran laut lebih dari satu dekade, citra satelit, dan pengamatan lapangan. Para peneliti menilai ekosistem langka itu tidak akan pulih dalam lintasan iklim saat ini.
Milne Fiord bukan danau biasa. Lapisan es yang mengapung di laut berfungsi sebagai bendungan alami, menahan air tawar di atas air laut yang lebih asin.
Perbedaan kadar garam menciptakan batas tipis yang memisahkan dua lingkungan perairan. Mikroorganisme air tawar bisa hidup berdampingan dengan organisme laut dalam satu kolom air.
Struktur itulah yang runtuh ketika Milne Ice Shelf pecah. Penghalang alami rusak, dan air danau mengalir keluar menuju Samudra Arktik.
Habis dalam Hitungan Bulan, Bukan Abad
Pengukuran menunjukkan lapisan air tawar mulai terkuras segera setelah lapisan es pecah. Sebagian besar telah hilang pada musim gugur 2020.
Saat peneliti kembali pada Juli 2022, air payau sudah menggantikan lapisan air tawar yang menjadi ciri khas danau. Pemantauan tahunan setelahnya tidak menemukan tanda-tanda danau terbentuk kembali.
Tim peneliti mencatat lapisan es dan danau sebenarnya telah menipis selama puluhan tahun sebelum keruntuhan 2020. Pecahnya es menjadi titik akhir bagi sistem yang bertahan ribuan tahun.
Peringatan dari Peneliti
Dr Andrew Hamilton dari University of Alberta menyebut keunikan danau epishelf terletak pada posisi ekosistem air tawar yang berada tepat di atas ekosistem laut.
"Ketika lapisan es pecah, struktur ekologi yang unik itu pun menghilang," kata Hamilton, dikutip dari The Brighter Side News.
Dr Bernard Laval dari University of British Columbia melihat danau epishelf sebagai penanda tekanan pada lapisan es yang menahannya. "Data menunjukkan bahwa lapisan es tersebut sedang mengalami kegagalan. Begitu esnya hilang, ekosistemnya ikut hilang. Tidak ada jalan untuk kembali," ujarnya.
Jeremie Bonneau dari Université Laval, penulis utama studi, menegaskan skala waktunya. "Ekosistem ini membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terbentuk, tetapi hilang hanya dalam hitungan bulan. Dalam skala waktu kehidupan manusia, ekosistem ini tidak akan kembali," katanya.
Last Ice Area pun Tak Kebal
Milne Fiord berada di kawasan Last Ice Area, wilayah sekitar Kanada utara dan Greenland yang diperkirakan mampu mempertahankan es laut sepanjang tahun lebih lama dibanding bagian Arktik lain.
Kawasan ini masuk dalam Tuvaijuittuq Marine Protected Area. Nama Tuvaijuittuq berasal dari bahasa Inuktitut yang berarti "tempat es tidak pernah mencair".
Hilangnya danau menunjukkan kawasan yang dianggap perlindungan terakhir ekosistem bergantung es tidak imun terhadap perubahan lingkungan.
Yang Dibutuhkan untuk Pulih
Agar danau kembali, lapisan es harus terbentuk ulang dan mampu membendung air tawar. Para peneliti menilai pemulihan semacam itu tidak mungkin terjadi dalam lintasan iklim sekarang.
Perubahan di Arktik bukan sekadar soal luas es yang mencair. Ketika struktur es yang menopang suatu ekosistem runtuh, habitat yang bergantung padanya bisa lenyap permanen.