MEDAN — Kemenangan LP3KD Medan diraih setelah menyingkirkan sembilan kontingen lain dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Kota Pematangsiantar harus puas di posisi kedua dengan nilai 82,71, disusul Kabupaten Humbang Hasundutan di peringkat ketiga dengan nilai 82,33.
Selisih nilai tipis antara juara pertama dan kedua menunjukkan persaingan kategori paduan suara dewasa campuran berlangsung ketat. LP3KD Medan unggul 0,62 poin atas tuan rumah Pematangsiantar.
Antonius Tumanggor: Kemenangan Berkat Doa dan Kekompakan Peserta
Ketua LP3KD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor menyebut capaian itu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Menurutnya, kategori Paduan Suara Dewasa Campuran menjadi salah satu lomba paling bergengsi dalam Pesparani Katolik Sumut.
"Kemenangan ini adalah berkat doa dan dukungan semua pihak, serta semangat dan kekompakan para peserta yang telah dibuktikan dalam Pesparani Katolik tingkat Sumatera Utara di Kota Pematangsiantar," ujar Antonius yang juga anggota DPRD Kota Medan.
Antonius menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, tim pelatih utama dan konduktor Horas Simangunsong serta Isa Dirgantara Sembiring. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Pastor Paroki Hayam Wuruk Medan Moses Elias Situmorang selaku motivator rohani, Uskup Medan Mgr. Kornelius Sipayung, dan Sekretaris LP3KD Medan Dr. Pinta O Br. Pandiangan.
Bene Cantat Bis Orat: 80 Persen Personel dari Paroki St. Antonius Padua
Pastor Paroki Hayam Wuruk Medan Moses Elias Situmorang mengucap syukur atas prestasi kontingen Medan. Ia menegaskan peserta paduan suara tetap berpegang pada prinsip Bene Cantat Bis Orat, yang berarti bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali.
"Cita-cita Paduan Suara Dewasa Campuran menuju Vatikan sesudah dari kota Manado. Peserta paduan suara yang menang di Pesparani Sumut di Kota Pematangsiantar 80 persen berasal dari Paroki St. Antonius Padua Medan yang merupakan juara Pesparani Kota Medan," terang alumni Lemhanas itu.
Tiga Capaian Medan di Pesparani Katolik Sumut III 2026
Selain juara pertama Paduan Suara Dewasa Campuran, kontingen LP3KD Medan meraih juara pertama kategori Cerdas Cermat Rohani (CCR) Anak dan Remaja. Medan juga menempati juara ketiga pada Lomba Mazmur Orang Muda Katolik (OMK).
Ketua LP3KD Sumatera Utara Hendrik Halomoan Sitompul mengucapkan selamat kepada kontingen Medan. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi motivasi sekaligus tantangan menghadapi persaingan tingkat nasional pada 2027.
Hendrik, yang juga mantan anggota DPR RI, berharap kontingen Medan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan rutin. Ia mengajak seluruh kontingen kabupaten/kota lain di Sumut tetap bersemangat mempersiapkan diri menghadapi Pesparani berikutnya.
Persiapan Menuju Manado-Tomohon 2027
Antonius meminta seluruh peserta menjaga kekompakan, kesehatan, dan semangat berlatih. Persiapan dinilai krusial jika Medan mendapat kesempatan mewakili Sumut di tingkat nasional.
"Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras hingga meraih juara pertama. Tetap semangat, kompak, dan jaga kesehatan. Jika mendapat kesempatan mewakili Kota Medan dan Sumatera Utara di tingkat nasional, kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin," katanya.
Pengumuman para juara sekaligus penutupan Pesparani Katolik Sumut III 2026 berlangsung di Pematangsiantar. Turut hadir Wali Kota Pematangsiantar, Bupati Humbang Hasundutan, Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Uskup Kota Sibolga, para pastor, suster, dan tokoh Katolik setempat.