DELI SERDANG — Operasi pencarian yang berlangsung sejak Kamis berakhir dengan temuan dua jasad di aliran Sungai Tadukan Raga. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, menyebut korban pertama ditemukan sekitar pukul 03.30 WIB, disusul korban kedua dua setengah jam kemudian.
Peristiwa bermula saat kedua korban mandi di sungai bersama empat teman mereka. Dua remaja itu lantas mencoba menyeberangi aliran sungai, sementara seorang teman lain berhasil mencapai tepian.
Kronologi: Berawal dari Mandi di Sungai Bersama Empat Teman
Hery menjelaskan, laporan warga sempat memicu pencarian awal di lokasi kejadian. Upaya itu tidak membuahkan hasil, sehingga Tim SAR Medan diterjunkan untuk operasi pencarian dan pertolongan.
"Saat itu, kedua korban bersama seorang temannya mencoba menyeberangi sungai. Namun, kedua korban hanyut terseret arus, sedangkan seorang teman mereka berhasil mencapai tepian sungai," ujar Hery melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2026).
Titik penemuan kedua korban terpaut jauh. Afril ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi awal tenggelam, sedangkan Febi berada di tepi sungai berjarak sekitar 7 kilometer dari titik awal korban hilang.
Tim SAR Bergerak Dini Hari Usai Laporan Warga
Sekitar pukul 03.00 WIB, tim menerima laporan masyarakat soal sesosok mayat di aliran sungai. Personel langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban pertama.
"Tim segera bergerak menuju lokasi tersebut dan pada pukul 03.30 WIB berhasil menemukan korban pertama, Afril, dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1 kilometer dari lokasi awal tenggelam," kata Hery.
Pencarian dilanjutkan menyusuri aliran sungai. Pukul 05.55 WIB, Febi ditemukan tak bernyawa di tepi sungai. Kedua jasad kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Imbauan Basarnas: Awasi Anak Saat Beraktivitas di Perairan
Hery meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain atau mandi di sungai. Aktivitas di perairan tanpa pendampingan orang dewasa dinilai memperbesar risiko kecelakaan.
"Khususnya para orang tua, agar mengawasi anak-anak saat bermain atau mandi di sungai dan tidak membiarkan mereka beraktivitas di perairan tanpa pendampingan orang dewasa. Apabila terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa, segera hubungi layanan darurat 115 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas SAR," imbaunya.
Warga yang menemukan tanda-tanda korban di aliran sungai diminta langsung melapor ke pos SAR terdekat. Kecepatan laporan menentukan jangkauan area pencarian yang bisa disisir tim di lapangan.