SUMATERA UTARA — TechCrunch Disrupt 2026 menutup rangkaian acaranya di Moscone West, San Francisco, dengan lebih dari 10.000 founder, investor, dan pemimpin teknologi berkumpul sejak hari pertama. Panitia membuka pendaftaran on-site hingga pukul 15.30 waktu setempat, sambil menawarkan diskon 75 persen dari harga tiket asli untuk peserta yang belum mendaftar. Hari ketiga ini menjadi puncak Startup Battlefield sekaligus ajang networking terakhir bagi ekosistem startup global.
Sejak pukul 08.00 waktu setempat, meja registrasi di lobi Level 1 Moscone West sudah melayani peserta yang datang langsung. Setiap peserta menerima badge yang dilengkapi teknologi Klik, memungkinkan pertukaran kontak dilakukan hanya dengan memindai badge satu sama lain. Kontak yang tersimpan lewat aplikasi acara tetap bisa diakses meski rangkaian Disrupt sudah selesai.
Expo Hall menjadi pusat keramaian hari itu dengan lebih dari 320 startup peserta pameran. Beragam teknologi dari lintas industri dipamerkan di area ini, mulai dari perangkat keras, kecerdasan buatan, hingga layanan konsumen. Sebanyak 10.000 lebih peserta tercatat hadir sepanjang pekan.
Startup Battlefield dan Pitch Showcase Jadi Magnet
Panggung Pitch Showcase di bagian belakang Expo Hall menggelar format yang paling dinanti: presentasi kilat satu menit dari sejumlah startup promising. Babak fast pitches terbagi ke beberapa kategori, termasuk kesehatan dan consumer. Pengumuman pemenang Startup Battlefield 2026 menjadi penutup rangkaian kompetisi tahun ini.
Sejumlah nama juri terlibat dalam final Startup Battlefield, di antaranya Karl Alomar dari M13, Stacy Brown-Philpot dari Cherryrock Capital, Chi-Hua Chien dari Goodwater Capital, Dayna Grayson dari Construct Capital, dan Alexa von Tobel dari Inspired Capital.
Agenda Panggung: AI, Pendanaan, hingga Masa Depan Smartphone
Panggung Builders membahas topik seputar realitas menjadi founder dan strategi akuisisi di tahap awal. Sesi "M&A Is Now an Early-Stage Strategy" menghadirkan Karl Alomar bersama Lindsey Mignano dari Mignano Law Group dan Ryan Yi dari Onchain Group. Ada pula diskusi tentang pertumbuhan viral bersama Zach Yadegari dari Cal AI.
Di panggung Disrupt, Panos Panay dari Amazon membahas apa yang datang setelah smartphone. Toni Schneider dan Rose Wang dari Bluesky Social mengangkat pertanyaan apakah media sosial bisa dimulai ulang dari nol. Amjad Masad dari Replit membahas implikasi ketika semua orang kini bisa membangun perangkat lunak.
Panggung Industry AI mengulas sisi teknis dan bisnis adopsi AI. Irene Solaiman dari Hugging Face membahas cara memverifikasi kemampuan AI sebelum dipakai bekerja. Alexander Embiricos dari OpenAI mengangkat topik apa yang datang setelah chatbot. Sesi lain menyoroti masalah keamanan agen AI yang jarang dibahas, bersama Gavriel Cohen dari NanoCo dan Ric Smith dari Okta, serta diskusi tentang model bisnis SaaS yang terguncang AI bersama Cathy Gao dari Sapphire Ventures, Aaron Jacobson dari NEA, dan Barr Moses dari Monte Carlo.
Isu Infrastruktur dan Talenta di Era AI
Panggung Breakout menyoroti eksekusi AI fisik dengan Ethan Batraski dari Venrock, Ivan Poupyrev dari Archetype AI, dan Ian Rountree dari Cantos. Sesi "Talent as the Operating System" menghadirkan Nomi Khedawala dari Reddit yang membahas cara tim berperforma tinggi berskala di era AI.
Diskusi tentang belanja infrastruktur AI juga masuk agenda, dengan angka 63 miliar dolar AS disebut sebagai peluang besar. Sesi ini menghadirkan Kevin Cochrane dari Vultr, Jake Lee dari L2 Point Management, Pinaki Mukherjee dari Wasabi Technologies, dan Stephanie Walter dari HyperFRAME Research.
Jaringan dan Sesi Investor-Founder
Sepanjang hari terakhir, peserta masih bisa mengikuti enam panggung industri, roundtable interaktif, sesi tanya jawab, serta pertemuan investor dan founder. Fitur matchmaking berbasis AI mempertemukan peserta dengan mitra yang relevan. Sederet acara sampingan juga berlangsung di kawasan Bay Area sepanjang pekan.
TechCrunch Disrupt 2026 menjadi penutup siklus konferensi teknologi tahunan yang mempertemukan hampir seluruh pemangku kepentingan ekosistem startup global dalam satu lokasi. Bagi pelaku bisnis digital Indonesia, agenda hari terakhir ini memberi gambaran arah investasi dan teknologi yang diperkirakan mengalir ke Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.