Pencarian

Hadapi Kemarau dan Lahan Terbatas, Pemkot Makassar Andalkan Greenhouse IoT untuk Jaga Produksi Padi 20 Hektare

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:09:02 WIB
Hadapi Kemarau dan Lahan Terbatas, Pemkot Makassar Andalkan Greenhouse IoT untuk Jaga Produksi Padi 20 Hektare
Pemkot Makassar mengandalkan greenhouse berbasis IoT untuk menjaga produksi padi di lahan seluas 20 hektare saat musim kemarau.

SUMATERA UTARA — Keterbatasan lahan dan tekanan perubahan iklim memaksa Makassar mencari cara baru di sektor pertanian. Pemerintah kota tidak bisa lagi mengandalkan metode tanam tradisional yang sepenuhnya ditentukan oleh musim, sementara kebutuhan pangan penduduk kota terus meningkat.

"Dengan greenhouse, kita berharap ke depan tidak lagi terlalu tergantung dengan cuaca, tetapi bagaimana produktivitas pertanian ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Appi saat menghadiri Musyawarah Tani "Abbulo Sibatang" Kelompok Tani Bontoa di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kamis (20/8).

Target Panen Tiga Kali Setahun di Lahan 20 Hektare

Appi mencontohkan lahan sawah seluas 20 hektare di Makassar yang saat ini tengah memasuki musim tanam kedua. Dengan pengelolaan dan dukungan teknologi, lahan tersebut dinilai berpeluang ditingkatkan hingga tiga kali tanam dalam setahun.

"Ini kan musim tanam kedua, mereka sudah bisa panen. Luasannya kurang lebih 20 hektare. Kemudian bisa tiga kali tanam. Ini sangat luar biasa," katanya.

Setiap hektare lahan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 6 hingga 7 ton padi. Potensi itu dinilai harus dijaga melalui dukungan sarana produksi dan teknologi.

Bantuan Alat dan Pupuk untuk Petani

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Makassar menyalurkan bantuan berupa 2.000 liter pupuk organik cair, 2.365 kilogram benih padi sebar, lima unit kultivator, 20 unit hand sprayer elektrik, serta dua unit pompa air pinggang 3 inch.

Appi menegaskan, penerapan teknologi tidak berarti pemerintah meninggalkan lahan persawahan. Produksi sawah tetap didorong melalui peningkatan intensitas tanam dan dukungan alat pertanian.

"Kalau sawah, tetap kita akan jalan juga dengan meningkatkan intensitas panennya dan tentu akan disupport dengan teknologi yang ada," tegasnya.

Urban Farming dan Pengelolaan Sampah Jadi Satu Paket

Konsep urban farming didorong sebagai strategi memanfaatkan lahan-lahan sempit di perkotaan. Appi meminta pengembangan urban farming disinkronkan dengan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

"Harus ada sinkronisasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan pertanian lahan sempit atau urban farming. Ini harus kita tumbuhkan setiap hari di Kota Makassar," ujarnya.

Menurut Appi, Dinas Pertanian dan Perikanan memiliki peran penting untuk memastikan inovasi tersebut tidak berhenti pada bantuan alat, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan kepada petani. Pemerintah juga mendorong agar hasil pertanian memiliki nilai komersial sehingga peningkatan produksi berujung pada peningkatan pendapatan petani.

Menjaga Ketahanan Pangan untuk Tekan Inflasi

Bagi Appi, penguatan pertanian Makassar tidak hanya menyangkut peningkatan kesejahteraan petani. Produksi pangan lokal juga berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

Sebagai kota metropolitan, Makassar masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah-daerah penghasil. Namun ketergantungan itu dinilai perlu dikurangi dengan meningkatkan kemampuan produksi pangan di dalam kota.

"Kalau ketahanan pangan tidak bisa terjaga, inflasi kita pasti akan sangat tinggi. Maka dari itu, kita tidak boleh tergantung sepenuhnya dari daerah-daerah penghasil," katanya.

Appi memastikan pemerintah akan terus mengkaji program yang dapat menjaga keberlangsungan pertanian Makassar di tengah keterbatasan lahan, tekanan perubahan iklim, serta kebutuhan pangan yang terus meningkat. "Harapan kita, bagaimana kehidupan masyarakat ini tetap bisa berjalan dengan baik, tetap bisa berjalan seimbang di tengah berbagai macam persoalan yang ada," tukasnya.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarmakassar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks