Pencarian

Wali Kota Medan Targetkan 255 SPPG untuk 700.000 Anak, Rico Waas Sebut Program Ini Dongkrak Ekonomi UMKM dan Serap 12.000 Tenaga Kerja

Sabtu, 30 Mei 2026 • 11:14:58 WIB
Wali Kota Medan Targetkan 255 SPPG untuk 700.000 Anak, Rico Waas Sebut Program Ini Dongkrak Ekonomi UMKM dan Serap 12.000 Tenaga Kerja
Wali Kota Medan targetkan 255 SPPG layani 700.000 anak untuk program Makan Bergizi Gratis.

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Targetnya, sebanyak 255 SPPG beroperasi di seluruh kecamatan untuk melayani 700.000 anak. Hingga saat ini, 235 SPPG sudah aktif berjalan.

Setiap Dapur SPPG Serap 47-50 Tenaga Kerja Lokal

Rico Waas menjelaskan, setiap SPPG diproyeksikan menyerap 47 hingga 50 tenaga kerja lokal. Pekerja diprioritaskan bagi masyarakat rentan dalam kategori Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.

“Harapan kami, mohon ini menjadi perhatian bersama agar yang dipekerjakan adalah masyarakat di sekitar dapur SPPG tersebut. Dari yang tadinya tidak punya pekerjaan, sekarang punya penghasilan tetap,” tegas Rico Waas saat membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (29/5/2026).

Kebutuhan Pangan Fantastis: 183 Ton Beras Per Minggu

Rico Waas membeberkan angka kebutuhan pangan program ini sangat besar. Setiap minggu, SPPG di Medan membutuhkan 183 ton beras, 21 ton daging ayam, serta tempe dan tahu dalam jumlah tinggi. Ia meminta setiap dapur SPPG wajib membeli bahan baku dari warung, peternak, petani urban farming, dan pengrajin di sekitarnya.

“Saya ingin mendengar para pedagang kecil di pasar tersenyum dan berkata, ‘Setiap hari ada yang membeli’,” ujar Rico Waas.

Peringatan Inflasi dan Instruksi SOP Ketat

Meski berpotensi meningkatkan perputaran uang, Rico Waas mengingatkan jajarannya bersama Bank Indonesia dan Badan Gizi Nasional untuk waspada terhadap risiko inflasi. Lonjakan permintaan bahan pangan yang masif berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak dikelola dengan matang.

Rico Waas menginstruksikan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dari hulu ke hilir. Hal ini untuk memastikan jalur jual-beli berjalan lancar tanpa merusak stabilitas harga pasar.

Ekosistem Ekonomi Lokal Dibangun dari Dapur SPPG

“Kita ingin anak-anak kita sehat dan mendapatkan gizi yang standar serta merata. Namun jangan lupa, pembangunan gizi ini ada dapurnya. Dapur ini belinya ke para pelaku yang ada di sekitar dapur. Di sinilah ekosistem ekonomi lokal kita bangun,” kata Rico Waas.

Program ini, lanjutnya, membantu anak-anak mengakses makanan layak dan bergizi. Pemko Medan berkomitmen memastikan generasi masa depan tumbuh cerdas dan sehat. “Mau melihat masa depan Indonesia, lihat anak-anak kita sekarang. Berikan gizi, pendidikan, dan fasilitas terbaik, maka Indonesia masa depan akan maju luar biasa,” tutup Rico Waas.

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Didit Widiana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional Tengku Syahdana, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Bagikan
Sumber: harianstar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks