SUMATERA UTARA — Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu respons cepat pemerintah pusat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung mengucurkan dana bantuan mencapai Rp 100 miliar untuk memastikan pasokan pangan warga terdampak tetap aman. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Kepala Bapanas memastikan distribusi bantuan sudah mulai berjalan.
Fokus pada Pemulihan Pasokan Pangan Warga
Amran menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan korban gempa mendapatkan akses pangan yang layak. "Kita bergerak cepat. Bantuan ini untuk meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/6).
Dana sebesar Rp 100 miliar tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan pokok. Mulai dari beras, lauk pauk, hingga kebutuhan gizi lainnya bagi para pengungsi. Bapanas berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten agar penyaluran tepat sasaran.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Bapanas tidak bekerja sendiri. Tim lapangan telah diterjunkan untuk melakukan asesmen kebutuhan pangan di titik-titik pengungsian. Pendataan ini penting agar bantuan yang dikirim sesuai dengan jumlah warga yang membutuhkan, sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan stok di pasar lokal.
Selain bantuan langsung, pemerintah juga memastikan rantai distribusi logistik ke NTT tetap lancar. Hal ini dilakukan agar harga kebutuhan pokok di pasar tidak melonjak drastis pascagempa. Stabilitas harga menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan.
Langkah Bapanas ini merupakan bagian dari prosedur penanganan bencana nasional. Dengan alokasi dana yang besar dan koordinasi yang solid, diharapkan proses pemulihan ekonomi warga NTT bisa berjalan lebih cepat. Masyarakat diharapkan dapat segera kembali menjalani aktivitas normal setelah masa tanggap darurat selesai.