DELI SERDANG — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan pembangunan gudang pangan di Kepulauan Nias menjadi prioritas untuk menstabilkan harga bahan pokok. Kebijakan ini sekaligus menjawab arahan Presiden Prabowo Subianto soal penguatan ketahanan pangan di seluruh daerah, termasuk wilayah kategori Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T).
“Terkait inflasi, kita berupaya agar harga bahan terutama kebutuhan pokok di semua daerah itu sama. Khusus di Kepulauan Nias, kita akan membangun gudang pangan, tujuannya agar harga pangan di sana dan di Pulau Sumatera sama,” ujar Bobby usai menjadi inspektur upacara pengibaran Bendera Merah Putih.
Harga Beras Jadi Perhatian Utama
Bobby menyebut pengendalian harga pangan, khususnya beras, menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga agar masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Langkah ini diwujudkan melalui kebijakan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” katanya menegaskan.
Momentum Kemerdekaan untuk Pembangunan Merata
Menurut Bobby, peringatan kemerdekaan ke-81 tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus dirasakan seluruh wilayah. Kepulauan Nias yang masuk kategori 3T harus terus didorong menuju kemajuan yang lebih merata, tidak hanya di daratan Sumatera.
Keberadaan gudang pangan dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memangkas rantai distribusi yang selama ini membuat harga di kepulauan lebih mahal dibandingkan daratan.
Penghargaan Satyalencana dan Remisi di Momen HUT RI
Dalam kesempatan yang sama, rangkaian upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI juga diisi dengan pemberian tanda kehormatan Satyalencana kepada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut. Penghargaan diberikan kepada ASN yang telah mengabdi selama 20 hingga 30 tahun.
Selain itu, Gubernur Sumut juga menyerahkan secara simbolis remisi dan pengurangan masa pidana kepada narapidana yang telah memenuhi syarat. Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara atas pembinaan yang dijalani warga binaan selama masa hukuman.