SUMATERA UTARA — Pengiriman jagung pipil seberat 2 ton itu merupakan hasil panen dari wilayah hukum Polsek Cikijing. Kapolsek Cikijing AKP Asep Rusmawan mengatakan, pihaknya terus mendorong petani meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan komoditas yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Bulog.
"Kami terus berupaya agar hasil panen petani bisa terserap maksimal, sesuai standar yang ditetapkan Bulog," ujar Asep dalam keterangannya, Kamis.
Dua parameter utama yang menjadi perhatian adalah kadar air dan mutu biji jagung. Jika kedua syarat itu terpenuhi, Bulog wajib menyerap hasil panen dengan harga yang telah ditentukan.
Bhabinkamtibmas Jadi Jembatan Petani-Bulog
Dalam pengiriman tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Cikijing Bripka Kurdiyanto turun langsung mendampingi petani. Kehadirannya untuk memastikan proses transaksi berjalan lancar dan tidak ada kendala administratif di gudang.
Kapolsek menambahkan, koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Bulog terus diperkuat. Tujuannya, agar jagung petani siap diserap dengan harga yang layak dan tidak ada hasil panen yang terbuang sia-sia.
"Koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Bulog terus kami lakukan, agar jagung petani siap diserap dengan harga yang layak," tambah Asep.
Polisi Aktif Kawal Program Ketahanan Pangan
Langkah ini merupakan bagian dari peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Polsek Cikijing tidak hanya bertindak sebagai pengaman, tetapi juga menjadi fasilitator antara petani dan Bulog.
Dengan adanya pendampingan dari aparat kepolisian, petani diharapkan lebih percaya diri menjual hasil panennya ke Bulog. Selama ini, sebagian petani masih ragu karena khawatir tidak lolos sortir kualitas atau harga yang tidak sesuai.
Gudang Bulog Kasokandel sendiri menjadi salah satu titik serapan utama untuk komoditas jagung di wilayah Majalengka dan sekitarnya. Kapasitas gudang ini cukup besar untuk menampung hasil panen petani dari beberapa kecamatan.