MEDAN — Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tak sekadar menjadi ajang pameran pembangunan daerah. Event yang berlangsung sejak 3 Juli 2026 ini menjelma menjadi ruang transaksi langsung bagi ratusan pelaku UMKM di Sumatera Utara, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, fesyen, hingga produk ekonomi kreatif.
Ratusan Stan UMKM Jadi Primadona Pengunjung
Di sejumlah stan, pengunjung terlihat berinteraksi langsung dengan para perajin dan penjual. Suasana ini menciptakan hubungan produsen-konsumen yang lebih dekat sekaligus memperkuat promosi produk lokal Sumatera Utara.
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Utara, Poppy Marulita Hutagalung, mengatakan bahwa pemberian ruang lebih luas bagi UMKM lokal menjadi salah satu fokus utama PRSU tahun ini.
Harga Tiket Rp35 Ribu, Pengunjung Nilai Sebanding
Rohma, warga Jalan SM Raja, Medan, mengaku puas dengan apa yang ia dapatkan. “Saya masuk bayar harga tiketnya Rp35 ribu, sepadanlah dengan apa yang ada di lokasi pameran. Kita bisa menjelajahi berbagai pameran pembangunan dari 33 kabupaten/kota, ada wahana permainan dan edukasi, produk UMKM-nya bagus dan ada bazar kuliner juga,” katanya.
Pengunjung lain, Rini S asal Binjai, menambahkan bahwa atraksi budaya dan konser musik di panggung Keong menjadi nilai tambah. “Di sini banyak spot foto yang menarik, ada penampilan budaya... kita bisa lebih mengenal masing-masing daerah di Sumut dari informasi, program dan produk yang dipamerkan di paviliun daerah,” ujarnya.
Doorprize Dorong Eksplorasi 33 Kabupaten/Kota
Salah satu daya tarik lain adalah program doorprize. Setiap pembeli tiket mendapat lembar peta yang digunakan untuk mengumpulkan stempel dari berbagai paviliun dan stan sponsor. Syaratnya, pengunjung harus mengumpulkan 30 stempel—terdiri dari 25 stempel paviliun kabupaten/kota dan lima stempel dari stan sponsor—untuk memperoleh kesempatan mendapat hadiah.
“Mudah-mudahan nanti terkumpul stempelnya biar dapat hadiah, ini masih 10 stempel,” kata Rini sambil menunjukkan lembar peta yang dibawanya.
PRSU ke-50: Lebih dari Sekadar Pameran Pembangunan
Keberhasilan PRSU ke-50 menunjukkan bahwa pameran pembangunan bisa dikemas lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Event ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi pembangunan, tetapi juga ruang rekreasi keluarga, promosi budaya, dan penguatan ekonomi lokal.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat serta keterlibatan berbagai pelaku usaha dan pemerintah daerah, PRSU diharapkan terus menjadi agenda strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi Sumatera Utara kepada masyarakat luas.