TAPANULI UTARA — Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pembangkit listrik. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi perwakilan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA), BITRA Indonesia, serta warga dari sejumlah desa di Aula Mini Kantor Bupati Taput, Tarutung, Rabu (8/7/2026).
Transparansi Informasi dan Pembagian Manfaat
Dalam pertemuan yang berlangsung dialogis itu, Wabup Deni menyebut transparansi harus dimulai dari penyampaian informasi hingga mekanisme perhitungan keuntungan. Pemerintah daerah juga membahas bonus produksi yang telah diatur melalui regulasi Kementerian Keuangan.
"Transparansi menjadi hal yang sangat penting, mulai dari penyampaian informasi, mekanisme perhitungan keuntungan, biaya operasional, hingga manfaat yang akan diterima masyarakat," ujarnya.
Masyarakat Minta Manfaat Ditingkatkan Setelah Break-Even Point
Perwakilan masyarakat yang hadir menyampaikan harapan agar manfaat proyek terus meningkat, terutama setelah proyek mencapai titik impas atau break-even point. Menurut mereka, hal itu akan memperluas dampak ekonomi yang diterima warga di sekitar lokasi proyek.
Wabup Deni menambahkan, pihaknya mendukung setiap ruang komunikasi yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan. Proyek strategis nasional, kata dia, tidak hanya untuk mempercepat infrastruktur, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan UMKM
Wakil Bupati menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat. Sinergi itu diharapkan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor pertanian, pemanfaatan lahan produktif, dan penyerapan tenaga kerja.
"Setiap investasi yang hadir di daerah harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara adil dan berkelanjutan," tegas Deni.
Pemerintah daerah juga mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa terlibat dalam rantai pasok proyek strategis tersebut. Dengan begitu, dampak ekonomi tidak hanya dirasakan oleh kontraktor besar, tetapi juga oleh pelaku usaha lokal di Tapanuli Utara.