SUMATERA UTARA — Proses transformasi PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk memasuki babak baru. Danantara Indonesia bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tengah menyusun skema pembiayaan yang lebih ketat dan terukur. Fokusnya bukan sekadar mengucurkan dana, melainkan memastikan setiap proyek yang didanai memiliki arus kas yang jelas dan layak secara bisnis.
Skema Pembiayaan Ketat untuk Proyek Produktif
Dalam rapat yang digelar pada Rabu (1/7), Dony Oskaria menekankan bahwa dukungan pembiayaan dari Bank Mandiri, BRI, dan BNI tidak akan diberikan secara longgar. “Dukungan pembiayaan diarahkan pada proyek-proyek yang produktif, layak secara bisnis, serta memiliki arus kas yang terukur,” ujar Dony.
Pendekatan ini merupakan antitesis dari praktik lama di mana BUMN Karya kerap menanggung proyek dengan margin tipis dan pembayaran macet. Kini, setiap rupiah yang digelontorkan harus mampu memperkuat kinerja perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Tata Kelola Jadi Fondasi Transformasi
Restrukturisasi PP dan Adhi Karya tidak hanya menyangkut aspek keuangan. Dony Oskaria menegaskan bahwa penguatan tata kelola perusahaan dan disiplin risiko menjadi prioritas utama. “Kita belajar dari pengalaman. Restrukturisasi ini harus menjadi titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih kuat, lebih sehat, dan memiliki tata kelola yang lebih baik,” katanya.
Proses ini diharapkan mampu membangun model bisnis yang lebih sehat. Pengalaman masa lalu, di mana ekspansi agresif tanpa diimbangi manajemen risiko yang baik, dijadikan pelajaran berharga untuk memperkuat fondasi perusahaan ke depan.
Dampak bagi Proyek Infrastruktur Nasional
PP dan Adhi Karya merupakan kontraktor utama dalam sejumlah proyek strategis nasional, mulai dari jalan tol, bendungan, hingga gedung pemerintahan. Dengan kondisi keuangan yang lebih sehat, kedua perusahaan diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan proyek yang sedang berjalan, tetapi juga kembali menjadi motor pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui langkah restrukturisasi ini, BUMN Karya ditargetkan semakin tangguh dalam menjalankan proyek-proyek negara, memberikan nilai tambah bagi ekuitas negara, dan pada akhirnya mendukung percepatan pembangunan yang dirasakan langsung oleh publik.