MEDAN — Sebanyak 21 kecamatan di Kota Medan kini memiliki wadah ekonomi produktif baru bernama Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program ini digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Medan sebagai respons atas kompleksitas tantangan ekonomi keluarga sekaligus upaya akselerasi penurunan stunting.
Sosialisasi pembentukan kelompok ini digelar di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan, Senin (18/5/2026). Kegiatan bertema ‘Melalui UPPK Kita Tingkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Keluarga’ itu dihadiri perwakilan lurah, penyuluh KB, kader, serta keluarga akseptor KB dari seluruh wilayah kota.
Bukan Sekadar Usaha Sampingan, tapi Fondasi Keluarga Berkualitas
Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga DP3APMP2KB Kota Medan, Elviyanti Pohan, menegaskan bahwa UPPKA dirancang sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. “Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan keluarga berkualitas,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Elviyanti menjelaskan, kelompok UPPKA nantinya akan menjadi wadah bagi para peserta untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan kreativitas, dan membangun semangat berwirausaha secara gotong royong. Ia menyebut dampak berantai dari program ini diyakini akan memperbaiki pemenuhan gizi anak-anak di Kota Medan. “Dengan meningkatnya pendapatan dan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, pemenuhan gizi anak-anak di Kota Medan diyakini akan jauh lebih baik,” kata Elviyanti.
Tiga Bekal Wajib untuk Peserta: Legalitas, Manajemen, dan Pemasaran Modern
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta dibekali tiga materi inti. Pertama, mekanisme tata cara pembentukan kelompok yang legal dan terstruktur. Kedua, manfaat penguatan ekonomi berbasis komunitas. Ketiga, peluang pengembangan usaha mikro yang berkelanjutan.
Pemateri yang dihadirkan antara lain Agustina Siregar, Nina Miranda Lubis, dan Arwita R. Pasaribu. Mereka memaparkan strategi pengembangan usaha, manajemen kelompok, hingga teknik pemasaran modern yang relevan dengan kondisi pasar saat ini. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan antusiasme peserta terhadap program anyar ini.
Pemko Medan Tak Lepas Tangan: Ada Pendampingan Berkala hingga Pelatihan Manajemen
Elviyanti memastikan bahwa Pemko Medan tidak akan membiarkan kelompok-kelompok usaha ini berjalan sendiri. Pemerintah kota berkomitmen penuh mengawal jalannya UPPKA melalui rangkaian program pembinaan, pelatihan manajemen usaha, hingga pendampingan berkala.
“Kami ingin produk-produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya. Langkah ini sejalan dengan visi misi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang menjadikan ketahanan pangan dan ekonomi domestik sebagai prioritas pembangunan.