MEDAN — Sebanyak 500 personel TNI Angkatan Laut dan PNS di lingkungan Kodaeral I mengikuti edukasi perlindungan konsumen sektor jasa keuangan yang digelar OJK Sumut, Senin (11/5). Acara yang berlangsung di Markas Komando Kodaeral I ini menjadi langkah awal OJK memperkuat literasi keuangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan kejahatan digital di kalangan prajurit.
Prajurit Tangguh Harus Cerdas Kelola Keuangan
Wakil Komandan Kodaeral I, Brigadir Jenderal TNI Marinir Ali Bahar Saragih, menekankan bahwa ketangguhan prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan fisik di medan tempur. Menurutnya, kecerdasan mengelola keuangan pribadi menjadi bagian dari integritas dan kedisiplinan seorang prajurit.
"Seorang prajurit TNI yang tangguh bukan hanya kuat di medan tempur, tetapi juga cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan yang baik serta menjaga integritas diri dari godaan instan yang merusak," ujar Ali Bahar Saragih dalam sambutannya.
Investasi Saham Jadi Alternatif Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Dalam sesi edukasi, OJK memaparkan potensi pasar modal sebagai instrumen investasi legal yang diawasi. Data yang disampaikan menunjukkan minat masyarakat Sumut terhadap pasar modal terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah investor di Sumatera Utara mencapai 916 ribu Single Investor Identification (SID) dengan total nilai pembelian saham Rp12,20 triliun.
Kota Medan sendiri menyumbang 301 ribu SID dengan nilai pembelian saham mencapai Rp7,78 triliun. Angka ini menjadi indikator positif peningkatan literasi dan inklusi keuangan di provinsi tersebut.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumut, Yusri, menyebut sinergi dengan TNI AL menjadi langkah strategis memperluas pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
"Sinergi yang kita jalin hari ini merupakan salah satu upaya kita bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus memperkuat edukasi mengenai pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan," kata Yusri.
Bulan Literasi Keuangan 2026: Waspada Investasi Ilegal dan Kejahatan Digital
Kegiatan ini merupakan rangkaian Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026 yang menyasar kelompok strategis seperti prajurit TNI. OJK berharap para peserta tidak hanya mampu mengelola keuangan pribadi secara sehat, tetapi juga menjadi agen literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Selain memperkenalkan investasi saham, OJK juga mengingatkan peserta untuk selalu menggunakan lembaga jasa keuangan yang legal dan diawasi. Edukasi ini menjadi penting di tengah maraknya tawaran investasi ilegal dan modus penipuan digital yang kerap menyasar aparat dan keluarganya.