Pencarian

Wali Kota Medan Rico Waas Peringatkan Ulama Jangan Dijadikan Objek Kepentingan Sesaat, Sebut Pimpinan Butuh Kompas Moral

Rabu, 17 Juni 2026 • 16:11:01 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas Peringatkan Ulama Jangan Dijadikan Objek Kepentingan Sesaat, Sebut Pimpinan Butuh Kompas Moral
Wali Kota Medan Rico Waas mengingatkan pentingnya peran ulama sebagai kompas moral dalam pemerintahan.

MEDAN — Rico Waas mengingatkan bahwa pemimpin sering kali baru mendekati ulama ketika sedang terpojok atau membutuhkan saran pada waktu tertentu. Menurutnya, praktik semacam itu tidak boleh terjadi dalam pemerintahan yang sehat.

“Ulama jangan kita jadikan sebuah objek tertentu, digunakan hanya pada saat-saat tertentu, misalnya terpojok pada satu hal, hanya diharapkan karena butuh saran pada satu waktu tertentu,” kata Rico Waas dalam sambutannya.

Pimpinan Manusia Biasa, Ulama Jadi Penjaga Arah

Dengan rendah hati, Rico Waas mengakui bahwa seorang pimpinan — baik wali kota, kepala dinas, maupun pejabat eselon lainnya — hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan khilaf. Kehadiran ulama, kata dia, berfungsi sebagai kompas moral agar jalannya pemerintahan tetap lurus.

“Pimpinan ini bisa lurus kalau misalnya didampingi oleh ulama. Manusia bisa jatuh kapan saja, kita bisa salah kapan saja, khilaf kapan saja,” ujarnya.

Refleksi Tahun Baru Islam: Pimpinan Adalah Pelayan Masyarakat

Acara jamuan makan siang itu bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Di momen tersebut, Rico Waas mengajak semua pihak merefleksikan diri, apakah masih terus memberikan manfaat bagi orang lain. Ia juga menekankan bahwa pemerintah harus meruntuhkan dinding eksklusivitas dan membangun inklusivitas agar semakin dekat dengan seluruh lapisan masyarakat.

“Menjadi pimpinan ini apa sih sebenarnya? Bos kah? Orang yang menyuruh-nyuruh kah? Di tahun baru ini coba kita refleksikan diri. Pimpinan itu menurut saya adalah pelayan masyarakat. Bukan untuk dieluh-eluhkan,” tegas Rico Waas.

MUI: Kebersamaan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan Pemko Medan kepada MUI. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin saat ini merupakan hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

“Ini bukan perasaan saya sendiri, Pak Wali. Oleh karena itu, sekali lagi terima kasih Pak Wali. Takzim kami kepada Pak Wali. Apalagi hari ini, setelah doa bersama, kami juga diajak makan bersama. Alhamdulillah,” ujar Hasan Matsum.

Dalam kesempatan itu, Hasan Matsum menegaskan bahwa MUI memiliki tiga peran utama: Khidmatul Ummah (melayani umat), Himayatul Ummah (melindungi umat), dan Shodiqul Hukumah (menjadi mitra pemerintah).

“MUI tidak akan pernah berseberangan dengan pemerintah. Peran kami adalah memberikan masukan, tausiah, bimbingan, dan arahan agar kehidupan keberagamaan, sosial, dan pemerintahan dapat berjalan bersama dengan umat. Dalam hal ini, MUI hadir sebagai mediator,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: asarpua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks