PEMATANGSIANTAR — Rakernas P3BP yang digelar baru-baru ini di Kota Pematangsiantar tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung bagi para pegiat budaya untuk mengevaluasi program kerja dan menyusun agenda ke depan. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah daerah di Sumatera Utara dan luar provinsi.
Mengapa Penguatan Organisasi Menjadi Prioritas Utama?
Pengurus P3BP menilai bahwa struktur organisasi yang solid adalah fondasi utama untuk menjalankan program pelestarian budaya secara berkelanjutan. Dalam Rakernas ini, sejumlah keputusan strategis diambil, termasuk penyempurnaan AD/ART, pembentukan divisi baru yang lebih responsif terhadap isu-isu terkini, serta penetapan mekanisme kaderisasi yang lebih ketat.
Ketua P3BP dalam sambutannya menekankan bahwa tanpa organisasi yang kuat, upaya pelestarian budaya akan mudah tergerus. “Kami tidak ingin P3BP hanya menjadi perkumpulan seremonial. Rakernas ini adalah momentum untuk memperkuat akar organisasi hingga ke tingkat komunitas,” ujarnya.
Pelestarian Budaya: Antara Tradisi dan Adaptasi Zaman
Selain soal organisasi, Rakernas juga menyoroti tantangan pelestarian budaya di era digital. Para peserta berdiskusi tentang bagaimana tradisi lokal seperti margondang, tortor, dan seni ukir khas Batak bisa tetap relevan di kalangan generasi muda. Salah satu poin yang mengemuka adalah pentingnya dokumentasi digital dan pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi.
P3BP juga merencanakan program “Budaya Masuk Sekolah” yang akan digarap bersama Dinas Pendidikan setempat. Program ini diharapkan bisa menjadi jembatan antara pengetahuan tradisional dan kurikulum formal.
Fakta Singkat Rakernas P3BP
- Forum dihadiri oleh puluhan pegiat budaya dari 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara dan 3 provinsi lainnya.
- Salah satu keputusan penting adalah pembentukan divisi khusus untuk dokumentasi dan arsip budaya digital.
- P3BP menargetkan peluncuran buku katalog budaya lokal Pematangsiantar pada akhir tahun ini.
Apa Langkah Konkret P3BP Selanjutnya?
Hasil Rakernas akan ditindaklanjuti dengan rapat kerja pengurus harian untuk menyusun peta jalan satu tahun ke depan. Pengurus P3BP juga berencana menggelar festival budaya tahunan yang melibatkan komunitas seni lintas generasi. “Kami ingin budaya bukan hanya dipelajari, tetapi juga dirayakan,” tambah Ketua P3BP.
Dengan adanya Rakernas ini, P3BP berharap dapat memperluas jangkauan gerakan pelestarian budaya, tidak hanya di Pematangsiantar, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Utara.