Pencarian

Telkom Bukukan Pendapatan Solid Awal 2026, Belanja Modal Rp4,9 Triliun Digeser ke Infrastruktur

Minggu, 31 Mei 2026 • 19:13:01 WIB
Telkom Bukukan Pendapatan Solid Awal 2026, Belanja Modal Rp4,9 Triliun Digeser ke Infrastruktur
Telkom mencatat pendapatan solid awal 2026 dengan belanja modal Rp4,9 triliun fokus pada infrastruktur.

SUMATERA UTARA — Strategi transformasi TLKM 30 menjadi tulang punggung pencapaian ini. Manajemen Telkom menyebut keberhasilan di segmen B2C dan B2B Infrastructure tidak lepas dari percepatan eksekusi strategi tersebut. Efisiensi operasional terus dikebut melalui inisiatif streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis model HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, hingga likuidasi entitas yang dinilai tidak lagi inti.

Divestasi AdMedika dan Pemisahan InfraNexia Berjalan Sesuai Jadwal

Salah satu proyek streamlining yang tengah berjalan adalah divestasi saham AdMedika Group kepada investor strategis. Proses ini ditargetkan rampung pada akhir semester pertama 2026. Manajemen berharap langkah ini membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia dan kawasan regional.

Di sisi lain, Telkom juga tengah bersiap memisahkan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua ke InfraNexia. Proses ini ditargetkan selesai pada kuartal ketiga tahun ini. Pemisahan ini dinilai penting untuk mendorong pengelolaan aset fiber yang lebih tangkas dan efisien, serta membuka peluang bisnis yang lebih luas ke depan.

Fiber Jadi Motor Pertumbuhan Baru, Target Kontribusi Naik ke 25 Persen

Kedua inisiatif tersebut sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam memonetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal. InfraNexia diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru di segmen B2B. Saat ini, kontribusi bisnis fiber masih berkisar 15 persen dari total pendapatan. Manajemen menargetkan angka itu naik menjadi sekitar 25 persen seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur dan penyelesaian transfer aset.

Telkom juga memperkuat lini bisnis B2B ICT dan internasional untuk menangkap kebutuhan industri yang terus berkembang, terutama di tengah pesatnya adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Ke depan, langkah ini diharapkan menciptakan komposisi pendapatan antara segmen B2C dan B2B yang lebih seimbang.

“Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas,” tutup Dian, manajemen Telkom.

Bagikan
Sumber: tekno.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks