SUMATERA UTARA — Bencana hidrometeorologi itu terjadi secara mendadak setelah saluran air di bagian atas permukiman diduga tersumbat. Air kemudian meluap dan menerjang rumah-rumah warga yang berada di jalur aliran. Material longsoran berupa tanah, batu, dan lumpur turut merusak tembok sejumlah bangunan.
Empat Rumah Rusak Berat, Belasan Terendam Lumpur
Selain empat rumah yang rusak berat, sedikitnya 15 rumah warga lainnya terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter, atau setinggi pinggang orang dewasa. Akibat kerusakan parah, sejumlah penghuni terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk sementara waktu.
Hingga saat ini, warga masih bergotong royong membersihkan material longsoran yang memenuhi rumah dan lingkungan permukiman. Belum ada laporan mengenai bantuan dari pemerintah setempat dalam proses evakuasi dan pembersihan.
Neni Triyani Terluka saat Selamatkan Anak
Salah satu peristiwa dramatis terjadi saat Neni Triyani berusaha menyelamatkan anaknya yang terjebak di dalam rumah. Akses keluar rumah tertutup material longsor dan kerusakan bangunan, sehingga sang anak tidak bisa keluar.
“Saya berusaha mengeluarkan anak yang terjebak di dalam rumah. Saat itu air dan longsoran sudah masuk dan merusak rumah,” kata Neni kepada wartawan di lokasi kejadian.
Akibat aksi nekatnya itu, Neni mengalami luka di bagian paha kiri dan kaki kanan. Ia harus menjalani penanganan medis dengan total 36 jahitan. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi kesehatannya saat ini.
Warga Sebut Saluran Air Tersumbat Jadi Penyebab
Lucy Sukmawati, warga setempat, menuturkan bahwa banjir datang sangat cepat. Ia menduga penyebab utama adalah tersumbatnya saluran air di bagian atas permukiman. “Kejadiannya sangat cepat. Diduga saluran air tersumbat sehingga air meluber dan langsung masuk ke permukiman warga,” ujar Lucy.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan kawasan Lembang terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat intensitas hujan tinggi. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengenai langkah antisipasi atau penanganan infrastruktur drainase di wilayah tersebut.