MEDAN — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara mencatat capaian signifikan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Sumut. Lembaga ini dinilai paling aktif dan unggul, baik dari sisi kegiatan maupun volume pengumpulan dana zakat.
“UPZ Bank Sumut termasuk yang teraktif dan unggul, baik sisi kegiatan maupun pengumpulan zakat,” ujar Wakil Ketua I Baznas Sumut Musaddad Lubis di Medan, Kamis.
Peringkat Kedua Pengumpul Zakat di Sumut
Dari sisi pengumpulan, UPZ Bank Sumut menduduki posisi kedua di antara para pengumpul zakat di provinsi ini. Capaian ini menunjukkan kuatnya dukungan manajemen Bank Sumut dalam membangun budaya zakat di lingkungan perusahaan.
Musaddad menegaskan, pengumpulan zakat yang konsisten akan membuat manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Hal ini penting mengingat estimasi potensi zakat di Sumut mencapai Rp8,8 triliun per tahun dan belum sepenuhnya terpenuhi.
Fokus Penyaluran: Beasiswa Pendidikan
Pendidikan menjadi salah satu fokus utama penyaluran zakat tahun ini. Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Sumut (Perseroda) Sandhy Sofian mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen sosial Bank Sumut memperluas akses pendidikan masyarakat.
Zakat pegawai Bank Sumut tahun ini disalurkan dalam bentuk beasiswa pendidikan dan bantuan perlengkapan sekolah. Sebanyak 323 pelajar dan mahasiswa menerima beasiswa dengan total penyaluran Rp1,209 miliar. Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah senilai Rp41 juta diberikan kepada 205 siswa sekolah dasar.
Fakta Singkat Penyaluran Zakat Bank Sumut 2026
- Peringkat: UPZ Bank Sumut berada di posisi kedua pengumpul zakat di Sumut.
- Penerima Beasiswa: 323 pelajar dan mahasiswa menerima dana beasiswa.
- Bantuan Sekolah: 205 siswa SD mendapat perlengkapan sekolah senilai Rp41 juta.
- Total Dana Pendidikan: Rp1,209 miliar disalurkan untuk beasiswa.
Peran Strategis Zakat untuk Pemerataan
“Zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pemerataan kesejahteraan dan memperluas akses pendidikan,” ujar Sandhy.
Ia menambahkan, budaya zakat di lingkungan perbankan diharapkan terus tumbuh. Dengan pengelolaan yang baik, dana zakat bisa menjadi solusi konkret untuk mengurangi kesenjangan pendidikan di Sumatera Utara.