MEDAN — Gangguan listrik yang dipicu cuaca ekstrem pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi masih menyisakan dampak panjang di Sumatera Utara. Hingga Sabtu (23/5) siang, sejumlah kawasan di Medan belum kunjung menikmati listrik, menjadikan total durasi pemadaman telah menembus 19 jam sejak Jumat pukul 18.44 WIB.
Di Kecamatan Medan Denai, warga seperti Andri terpaksa membawa keluarga ke kantor hanya untuk mengisi daya telepon genggam dan lampu darurat. "Belum hidup juga listriknya. Terpaksalah ke kantor sekalian ngecas HP dan lampu emergensi bersama keluarga," ujarnya.
Air Bersih Ikut Terdampak, Warga Mandi di Masjid
Dampak pemadaman ternyata tidak berhenti di listrik. Di Kecamatan Medan Perjuangan, suplai air bersih ikut macet total. Donni, warga Jalan M Yakub, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. "Dari tadi malam mati lampu. Listrik mati dan air pun mati. Saya sampai mandi di masjid, enggak tahu lagi mau cari air di mana," katanya.
Kondisi serupa dialami Iwan di Kecamatan Medan Area. Ia memilih mengungsi ke rumah saudara yang aliran listriknya sudah pulih. "Dari tadi malam sampai saat ini listrik masih mati. Air di rumah kami juga mati. Makanya langsung mengungsi ke tempat saudara yang listriknya hidup," ucapnya.
PLN: 199 dari 540 Penyulang Baru Pulih
Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa pemadaman dipicu cuaca ekstrem yang mengganggu transmisi tegangan ekstra tinggi di Jambi. "Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan berkomitmen untuk segera memulihkan pasokan listrik secara bertahap dan andal," ujarnya.
Hingga pukul 10.00 WIB, PLN mencatat baru 199 penyulang dari total 540 penyulang terdampak yang berhasil dipulihkan. Artinya, masih ada ratusan penyulang lain yang belum menyala, termasuk yang melayani permukiman di Medan.
8,3 Juta Pelanggan Sumatera Pulih, Ribuan di Sumut Masih Gelap
Secara regional, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa dari total 13,1 juta pelanggan terdampak di Sumatera, sebanyak 8,3 juta pelanggan telah kembali menikmati listrik per Sabtu pagi. Namun, pemulihan di Sumatera Utara berjalan lebih lambat dibanding provinsi lain seperti Riau dan Aceh yang juga ikut terdampak.
Warga seperti Hendri di Kecamatan Medan Tembung masih harus keluar rumah mencari kafe yang memiliki listrik hanya sekadar untuk mengisi daya ponsel. "Sampai sekarang lampu belum hidup. Terpaksa keluar rumah cari kafe yang listriknya hidup buat ngecas hape," katanya.
PLN menyatakan terus melakukan percepatan penormalan dan memastikan pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali ke pelanggan. Belum ada kepastian kapan seluruh wilayah di Medan akan kembali terang.