MEDAN — Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan Lutfillah Barus menyatakan pihaknya tidak menghentikan pembelian gabah meski capaian sudah melewati target. Gabah yang diserap dikonversi setara beras 17.348 ton dari target 15.500 ton setara beras.
Menurut Lutfillah, penyerapan berlanjut karena sebagian wilayah kerja masih memasuki masa panen. Dua daerah yang disebut sebagai sumber utama tambahan pasokan adalah Langkat dan Serdang Bedagai.
"Kami tetap melakukan penyerapan gabah dari petani di wilayah kerja walaupun sudah mencapai target tahunan," ujar Lutfillah di Medan, Senin.
Estimasi penyerapan hingga Desember 2026 berkisar 3.000 sampai 4.000 ton gabah. Angka itu dihitung dari sisa panen di dua kabupaten tersebut.
"Estimasi penyerapan gabah di daerah tersebut bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 ton lagi sampai Desember 2026, sebagai upaya dalam memperkuat stok pangan," ucapnya.
Tambahan pasokan itu ditujukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah menjelang akhir tahun. Bulog Medan memposisikan penyerapan sebagai instrumen pengamanan stok, bukan sekadar pemenuhan angka target.
Pembelian gabah dari petani mengikuti harga pembelian pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram. Harga itu menjadi acuan Bulog di seluruh titik serap wilayah kerjanya.
Gabah yang terkumpul akan diolah menjadi beras untuk cadangan pangan pemerintah. Beras tersebut dialokasikan antara lain untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan kepada penerima manfaat.
Dua program itu menyasar dua sisi sekaligus: menjaga harga di tingkat konsumen dan memenuhi kebutuhan pangan kelompok penerima bantuan. Pasokan dari petani lokal menjadi sumber utama keduanya.
Untuk menjaga laju penyerapan, Bulog Medan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Sosialisasi ke petani dilakukan agar pasokan tidak terputus di tengah masa panen.
Pola kemitraan dengan gapoktan memungkinkan Bulog menjangkau petani di tingkat desa tanpa harus membuka banyak titik serap baru. Pemerintah daerah berperan sebagai penghubung ke wilayah yang panennya belum tercatat.
Capaian 112 persen per 17 Oktober 2026 menempatkan Bulog Medan pada posisi melanjutkan pembelian dengan sisa waktu sekitar dua setengah bulan. Fokusnya kini bergeser dari mengejar target ke menjaga stabilitas pasokan beras di Sumatera Utara hingga akhir tahun.