BINJAI — Pengaspalan menggunakan hotmix itu menyasar ruas selebar lima meter. Empat unit alat berat dikerahkan bersama sejumlah petugas untuk mempercepat pengerjaan di lapangan.
Jalan Gaharu menghubungkan empat kelurahan di Binjai Utara, yakni Pahlawan, Jati Makmur, Damai, dan Kebun Lada. Ruas itu juga menjadi jalur menuju sarana pendidikan, sehingga perbaikannya diharapkan melancarkan mobilitas warga sehari-hari.
Wakil Wali Kota Minta Maaf atas Keterlambatan Perbaikan
Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi meninjau langsung progres pengerjaan. Pria yang akrab disapa Jiji itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas lambatnya penanganan infrastruktur di kawasan tersebut.
"Atas nama pemerintah, kami meminta maaf atas keterlambatan proses perbaikan," ujar Jiji.
Jiji memastikan pembenahan jalan rusak di Kota Binjai dilakukan bertahap. Sejumlah ruas yang selama ini dikeluhkan warga mulai mendapat perhatian pemerintah.
"Alhamdulillah, saat ini satu per satu jalan rusak di Kota Binjai mulai kita perbaiki dan aspal," ujarnya.
Jalan Rambutan Ujung Lebih Dulu Rampung dengan Anggaran Rp671 Juta
Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Binjai, Frans Armenda Ginting, menyebut pembenahan serupa telah dilakukan di ruas lain. Pengaspalan di Jalan Rambutan Ujung, Kecamatan Binjai Barat, rampung dengan anggaran lebih dari Rp671 juta dari APBD Kota Binjai Tahun Anggaran 2026.
"Seperti Jalan Rambutan Ujung yang sudah puluhan tahun diusulkan warga, hari ini Jalan Gaharu juga kita kerjakan pengaspalannya," jelas Frans.
Frans berharap pengerjaan selesai sesuai target agar akses masyarakat kembali lancar dan nyaman digunakan.
Warga Minta Drainase Ikut Dibenahi
Di balik apresiasi atas pengaspalan, warga setempat menyoroti persoalan drainase di sekitar lokasi. Mereka berharap pembenahan tidak berhenti pada permukaan jalan, tetapi juga menyentuh sistem saluran air yang dinilai belum optimal.
Kawasan tersebut kerap mengalami genangan hingga banjir saat hujan intensitas tinggi mengguyur Kota Binjai. Kondisi itu berpotensi merusak permukaan jalan yang baru diaspal bila tidak ditangani.
Masukan warga menjadi pekerjaan lanjutan bagi Pemko Binjai. Jalan mulus belum menyelesaikan persoalan bila genangan air masih mengganggu aktivitas warga di sekitar Jalan Gaharu.