Pencarian

Update Windows 11 September Rusak Audio dan File History

Senin, 14 September 2026 • 18:16:32 WIB
Update Windows 11 September Rusak Audio dan File History
Pembaruan Windows 11 edisi September 2025 dilaporkan menyebabkan gangguan audio dan fitur File History pada sejumlah perangkat.

SUMATERA UTARA — Microsoft kembali kebobolan bug lewat pembaruan rutin. Update Windows 11 edisi September 2025 dilaporkan membuat audio mati di sebagian PC, sekaligus melumpuhkan fitur File History yang dipakai untuk mencadangkan file ke drive eksternal. Keluhan ini mencuat di forum Reddit dan dilaporkan Windows Latest, tepat saat Microsoft mendorong pengguna Windows 10 untuk segera pindah.

Perangkat Audio USB yang Tidak Bisa Start

Microsoft mengakui masalah ini di Windows release health dashboard. Perangkat yang terdampak adalah perangkat USB Audio Class 1.0, yang menurut Microsoft "might fail to start or produce audio".

Gejalanya tidak selalu berupa suara yang hilang total. Panel Sound di aplikasi Settings bisa ikut membeku, sehingga pengguna sulit melakukan troubleshooting mandiri. Bug ini juga dilaporkan menyerang mikrofon, bukan hanya speaker.

Cara paling cepat memastikan PC terdampak adalah membuka Device Manager. Jika pengontrol suara menampilkan error 'code 10' dengan pesan "this device cannot start", kemungkinan besar sumbernya adalah update September ini.

Audio Multichannel Ikut Bermasalah

Microsoft menyebut bug ini bisa muncul dalam bentuk lain. Suara stereo standar mungkin masih normal, tapi audio bisa hilang begitu pengguna beralih ke mode pemutaran multichannel.

Solusi sementara yang bisa dicoba: kembalikan output audio ke mode stereo lewat pengaturan suara Windows. Jika cara itu gagal, pengguna bisa mencoba perangkat audio alternatif. Perangkat audio nirkabel sejauh ini tidak terpengaruh.

Opsi terakhir adalah menghapus update September dari sistem. Konsekuensinya jelas, PC akan kehilangan patch keamanan bulan tersebut sampai Microsoft merilis perbaikan resmi.

File History dan GPU Juga Kena

Bug audio bukan satu-satunya masalah. Pengguna melaporkan fitur File History gagal berjalan, padahal fungsi ini krusial bagi yang rutin mencadangkan file ke drive eksternal. Keluhan soal performa GPU juga muncul di sejumlah laporan.

Berbeda dari bug audio, masalah File History belum diakui Microsoft di dashboard resminya. Artinya belum ada konfirmasi kapan perbaikan akan dikirim.

Respons Microsoft dan Keluhan Pengguna

Microsoft menyatakan timnya sedang menangani masalah ini. "We are working on a resolution and will update this documentation when more information is available," tulis perusahaan di halaman release health.

Tidak ada estimasi waktu perbaikan yang disebutkan. Pola ini mirip dengan sejumlah bug Windows 11 sebelumnya, yang biasanya baru ditambal lewat Patch Tuesday bulan berikutnya.

Reaksi di Reddit cukup keras. Sebagian pengguna menuding peningkatan penggunaan AI dalam penulisan kode Windows 11 sebagai penyebabnya. "And they wonder why people don't want to move from Windows 10," tulis seorang pengguna. Pengguna lain menulis, "Microslop can keep vibe coding all they want, I'm already on Linux."

Windows 10 Jadi Pilihan Lebih Aman

Windows 10 saat ini hanya menerima patch keamanan dan perbaikan esensial, tanpa penambahan fitur baru. Kondisi itu membuat basis kodenya lebih stabil dan kecil kemungkinan memunculkan bug baru.

Namun bukan berarti Windows 10 bebas dari masalah. Sistem lama tetap bisa mengalami error, hanya saja frekuensinya lebih rendah karena tidak ada perubahan besar yang dikirim rutin.

Bagi pengguna Windows 11 yang audio-nya masih normal, sebaiknya cek pengaturan output suara dan hindari beralih ke mode multichannel sampai perbaikan resmi dirilis. Sementara yang sudah terdampak, memantau halaman Windows release health adalah langkah paling masuk akal sebelum memutuskan menghapus update atau menunggu patch berikutnya.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks