BPBD Kota Medan menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana bagi siswa Yayasan Pendidikan Jabbal Rahmah Mulia, Ahad, dengan materi water rescue dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kepala BPBD Kota Medan Yunita menyebut pelatihan ini untuk membekali siswa dengan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar risiko bencana di lingkungan pendidikan.
MEDAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan generasi muda dengan menyasar siswa Yayasan Pendidikan Jabbal Rahmah Mulia. Pelatihan digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta didik saat menghadapi kondisi darurat.
Kepala BPBD Kota Medan Yunita menuturkan sosialisasi dan simulasi terus digalakkan ke sekolah-sekolah. Menurutnya, pendekatan ini penting agar siswa tahu langkah yang harus diambil sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.
Water Rescue dan APAR Jadi Materi Utama Pelatihan
Dalam kegiatan tersebut, siswa menerima dua materi keterampilan dasar. Pertama, pelatihan water rescue yang memberi penjelasan soal potensi bahaya di air dan langkah keselamatan saat berada di dalamnya.
Kedua, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Materi ini disiapkan untuk membangun budaya sadar risiko kebakaran sejak dini.
"Pada sosialisasi itu kami memberi pelatihan mengenai water rescue dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)," kata Yunita di Medan, Ahad.
Mengapa Siswa Jadi Sasaran Prioritas BPBD Medan
Yunita menjelaskan, siswa termasuk kelompok yang rentan saat situasi darurat muncul. Pembekalan keterampilan dasar mitigasi dianggap bisa menekan risiko korban maupun kerugian material.
Menurut dia, kebijakan tersebut untuk mengurangi hal yang tidak diinginkan, termasuk risiko korban maupun material saat kondisi darurat.
"BPBD Medan gencar melakukan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana kepada peserta didik," ujar Yunita.
Membangun Budaya Siaga di Lingkungan Sekolah
Program ini tidak berhenti pada satu sekolah. Pemkot Medan melalui BPBD disebut terus mendorong kesiapsiagaan di berbagai lingkungan pendidikan.
Yunita menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.
"Ini menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Medan dalam membangun budaya kesiapsiagaan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan lebih memahami tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi bencana, baik sebelum, saat, maupun setelah kejadian.