SUMATERA UTARA — Dua gol yang dicetak JJ Gabriel untuk Manchester United U-21 bukan sekadar angka. Gol pertama, sebuah chip elegan dari tepi kotak penalti. Gol kedua, berawal dari drag back di area terlarang. Keduanya telah ditonton jutaan kali di media sosial.
Pertanyaannya kini bukan lagi soal bakat, melainkan waktu. Kapan panggung senior layak ia injak?
Saat Michael Carrick Menahan Diri dan Memuji
Michael Carrick, pelatih tim utama, sadar betul akan talenta besar Gabriel. Namun, ia juga paham bahwa dialah penentu kapan waktu yang tepat untuk tampil di tim utama.
"JJ adalah salah satu dari mereka," ujar Carrick kepada media beberapa waktu lalu. "Dia punya bakat yang sangat besar. Dia sudah cukup sering berlatih dengan kami dan terus mendapatkan pengalaman. Dia beradaptasi secara fisik di setiap langkah, dan kami terus mengembangkan kemampuannya."
Dua Gol yang Membuat Dunia Terkesima
Gol debut Gabriel di Premier League 2 terjadi saat melawan Ipswich. Menerima umpan terobosan Jack Fletcher, ia meredam laju bola dengan kaki kiri, lalu mencungkilnya melewati kiper yang maju dengan kaki kanan. Eksekusi itu menunjukkan kecerdasan, mengingat opsi paling mudah adalah menembak mendatar atau menggiring melewati kiper.
Tujuh hari kemudian, ia mencetak gol yang lebih baik lagi. Berputar melewati dua pemain bertahan dengan kombinasi drag back dan sentuhan cepat, ia melepaskan tembakan rendah ke sudut gawang. Seluruh manuver, dari awal hingga akhir, hanya memakan waktu kurang dari lima detik.
Belajar dari Kisah Ryan Giggs dan Nasihat Ferguson
Ryan Giggs, legenda United, memahami betul fase yang sedang dialami Gabriel. Giggs melakukan debut senior di usia 17 tahun. Sir Alex Ferguson saat itu menggambarkan perasaannya seperti penambang emas yang menemukan bongkahan berharga.
Giggs menekankan pentingnya kesabaran dalam fase ini. "Terkadang kamu harus bersabar. Terkadang ada titik di mana kamu tidak bisa tidak memilihnya dan tidak melatihnya di tim utama; itu bisa dalam sebulan, enam bulan, atau setahun," kata Giggs dalam wawancara dengan Rio Ferdinand.
Menimbang Panggung yang Tepat untuk Gabriel
Gabriel tampaknya berada di fase yang dimaksud Giggs. Ia menjadi bagian dari tur pramusim tim utama, tetapi hanya bermain sekali sebagai pemain pengganti saat melawan Atletico Madrid. Momen itu justru diwarnai tekel keras dari Jose Maria Gimenez yang usianya dua kali lipat darinya.
Kemungkinan debut di EFL Cup untuk menjadi pemain termuda United, memecahkan rekor David Gaskell (16 tahun 19 hari), tampaknya batal. Gabriel baru berusia 16 tahun pada 6 Oktober, dan United akan menghadapi Brighton di Premier League. Pertandingan Liga Champions juga menyediakan bangku cadangan lebih banyak, namun ia tidak berlatih dengan tim utama sebelum laga kontra Sabah FK. Uefa Youth League untuk U-19 bisa menjadi panggung yang lebih sesuai untuk perkembangan sang pemain.