Pencarian

Sekolah Adhyaksa Medan Buka Dojang Taekwondo 2026, Kajari Tekankan Bentuk Karakter dan Jaring Bibit Atlet Pelajar

Kamis, 03 September 2026 • 19:04:31 WIB
Sekolah Adhyaksa Medan Buka Dojang Taekwondo 2026, Kajari Tekankan Bentuk Karakter dan Jaring Bibit Atlet Pelajar
Kajari Medan menandai peresmian Dojang Taekwondo 2026 di Sekolah Adhyaksa Medan, Kamis (11/9).

Sekolah Adhyaksa Medan di Sumatera Utara resmi memiliki Dojang Taekwondo 2026 sebagai wadah pembinaan olahraga sekaligus pendidikan karakter bagi pelajar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menargetkan kegiatan ini tidak hanya mencetak atlet, tetapi juga menanamkan disiplin dan tanggung jawab siswa sejak dini.

MEDAN — SMP Adhyaksa Medan di Sumatera Utara kini punya ruang pembinaan bela diri baru. Dojang Taekwondo Tahun 2026 diresmikan di lingkungan sekolah tersebut dengan harapan ganda: mencetak atlet muda potensial sekaligus membentuk mental peserta didik, Kamis (11/9) pekan ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar, menyebut olahraga bela diri ini lebih dari sekadar kegiatan fisik. Menurutnya, latihan taekwondo mengajarkan pengendalian diri yang jarang didapat dari kegiatan akademik di dalam kelas.

Nilai Disiplin Menjadi Modal Utama Pembentukan Karakter Siswa

"Taekwondo bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi juga tentang disiplin, ketekunan, sportivitas dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak sejak dini," ujar Ridwan di Medan.

Ridwan menegaskan bahwa pembukaan dojang ini selaras dengan kebutuhan siswa untuk menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik. Ia berharap para pelajar tidak meninggalkan kewajiban belajar di tengah kesibukan berlatih di dojang.

"Melalui olahraga, anak-anak tidak hanya belajar menjaga kebugaran, tetapi juga belajar disiplin, bertanggung jawab, menghargai orang lain dan mengendalikan diri," katanya menambahkan.

Pengkot TI dan KONI Medan Dilibatkan untuk Pembinaan Atlet

Peresmian dojang tersebut turut dihadiri jajaran kepala seksi serta Kepala Subbagian Kejari Medan. Dukungan datang dari Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia (TI) Medan, Riza Budiwan, dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan, Aswindy Fachrizal.

Kehadiran dua tokoh olahraga kota tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Sekolah Adhyaksa tidak berjalan sendiri. Pembinaan teknik dan organisasi pertandingan diharapkan bisa langsung terhubung dengan ekosistem taekwondo di tingkat kota Medan.

Langkah ini dinilai sebagai titik awal penjaringan bibit-bibit atlet baru dari kalangan pelajar. Selama ini, pembinaan usia dini sering terkendala minimnya fasilitas latihan resmi di lingkungan sekolah.

Sekolah Siapkan Lingkungan Aktif dan Sehat bagi Pelajar

Kepala SMP Adhyaksa Medan, Armen, menyambut baik hadirnya dojang ini sebagai kegiatan positif bagi siswa. Ia berharap fasilitas tersebut mampu menciptakan suasana sekolah yang lebih hidup tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kenyamanan belajar.

"Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan olahraga, tetapi juga mampu menerapkan nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab, keberanian dan rasa hormat dalam kehidupan sehari-hari," kata Armen.

Dengan adanya dojang ini, para siswa memiliki ruang untuk menyalurkan energi secara terarah. Sekolah juga mendapat sarana untuk memantau perkembangan karakter anak didik di luar jam pelajaran biasa.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks