SUMATERA UTARA — Angka itu disampaikan Muhammad Yusuf saat kegiatan Remuk Stunting di Kecamatan Malinau Kota, Jumat (11/9/2026). Baginya, kenaikan ini jadi perhatian bersama dan butuh langkah lebih terarah di tingkat masyarakat.
Data yang akurat disebutnya sebagai dasar utama agar upaya penurunan stunting tepat sasaran. Tanpa itu, program di lapangan berisiko salah alamat.
Kunjungan Rumah Jadi Kunci Pendataan
Muhammad Yusuf meminta seluruh pihak, khususnya ketua RT dan kader, meningkatkan kunjungan rumah ke warga. Langkah ini untuk memastikan data riil bayi dan balita, termasuk anak yang mengalami stunting, benar-benar teridentifikasi sesuai kondisi tiap wilayah.
"Kita perlu memastikan data riil benar-benar kita terima. Karena kalau datanya tepat, kita bisa melakukan upaya penurunan stunting dengan lebih lancar dan terarah," ujar Muhammad Yusuf.
Dorong Warga Rutin ke Posyandu
Selain kunjungan rumah, camat meminta RT aktif mengingatkan warga yang punya bayi dan balita agar rutin datang ke Posyandu. Kehadiran anak di Posyandu dinilai penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan sekaligus mengetahui kondisi kesehatan anak secara berkala.
Bayi dan balita yang belum rutin mengikuti Posyandu diminta segera didorong hadir. Khusus anak yang mengalami stunting, pemantauan dan pemenuhan asupan gizi perlu perhatian berkelanjutan lewat koordinasi kader, keluarga, Posyandu, dan tenaga kesehatan.
Sinergi Lintas Pihak yang Diharapkan
Muhammad Yusuf berharap sinergi antara RT, kader, keluarga, Posyandu, pemerintah desa, dan Puskesmas semakin diperkuat. Dengan pendataan lebih akurat, kunjungan rumah yang aktif, serta partisipasi masyarakat dalam Posyandu, upaya menekan angka stunting di Kecamatan Malinau Kota diharapkan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Yang Perlu Ibu Lakukan di Rumah
Jika ibu punya bayi atau balita, pastikan jadwal Posyandu bulanan tidak terlewat. Catat berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak setiap kunjungan agar terlihat tren pertumbuhannya.
Untuk anak yang terindikasi stunting, jangan tunda konsultasi ke tenaga kesehatan atau Puskesmas terdekat. Pemenuhan asupan gizi butuh pendampingan rutin, bukan sekadar satu kali periksa.
Data yang rapi dari rumah membantu kader dan RT bekerja lebih cepat. Semakin lengkap catatan ibu, semakin mudah intervensi gizi dan kesehatan dilakukan tepat waktu.