MEDAN — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Fariz Haholongan Hutagalung menyatakan bahwa agenda tersebut menjadi wujud keseriusan pihaknya dalam menekan angka kasus rabies di wilayah itu. Menurut Fariz, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kemitraan lintas pihak dalam menggenjot potensi sektor peternakan daerah.
"Kita ingin menunjukkan kepedulian terhadap tingginya kasus rabies melalui penguatan vaksinasi hewan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi untuk mewujudkan Peternakan Maju, Sumut Bebas Rabies, sejalan dengan arah pembangunan Bapak Gubernur Sumatera Utara," ujar Fariz pada Sabtu (19/9/2026).
Vaksinasi Serentak 15.000 Ekor di Seluruh Kabupaten dan Kota
Program utama dalam rangkaian acara ini adalah pemberian vaksin rabies serentak bagi Hewan Pembawa Rabies (HPR) dengan target mencapai 15.000 ekor. Sasaran penyuntikan masal meliputi anjing, kucing, serta kera di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.
Langkah tersebut turut diproyeksikan mencatatkan rekor MURI penyuntikan vaksin rabies terbanyak pada tingkatan provinsi. Tujuannya membentengi warga dari risiko infeksi zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Mengapa Vaksinasi Rutin dan Pengawasan Populasi HPR Diperkuat
Fariz menegaskan bahwa bahaya rabies sebagai penyakit yang berisiko fatal memerlukan penanganan mendesak dari pemerintah daerah. Tingginya kasus gigitan hewan penular rabies di Sumatera Utara disebutnya menjadi perhatian serius Pemprov.
"Tingginya kasus gigitan hewan penular rabies di Sumatera Utara menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu, vaksinasi hewan secara rutin, pengawasan populasi HPR, serta penanganan cepat terhadap korban gigitan perlu terus diperkuat," jelasnya.
Layanan Kesehatan Hewan hingga Kastrasi Kucing, Gratis untuk Warga
Ketua Panitia Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut, Chalikul Bahri, menyampaikan bahwa seluruh rentetan acara dapat diakses publik tanpa dipungut biaya. Selain vaksinasi rabies, warga bisa mengikuti pelayanan kesehatan hewan, pengobatan dan pemeriksaan hewan, kastrasi kucing, hingga edukasi kesehatan hewan dan zoonosis.
"Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Bukan hanya vaksinasi rabies masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi rabies, pengobatan dan pemeriksaan hewan, kastrasi kucing, edukasi kesehatan hewan dan zoonosis, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya," kata Chalikul.
Funwalk hingga Pembagian 60.000 Butir Telur Gratis
Kemeriahan agenda tersebut bakal dilengkapi dengan gelaran kontes ternak serta hewan kesayangan, kompetisi mewarnai, pameran UMKM, Gerakan Pangan Murah, dan ajang promosi komoditas peternakan daerah. Puncak acara pada hari Minggu akan diisi funwalk, Makan Telur Bersama, dan pembagian 60.000 butir telur secara gratis.
"Puncak acara pada hari minggu kita akan melaksanakan funwalk, Makan Telur Bersama dan pembagian 60.000 butir telur secara gratis. Seluruh Masyarakat dihimbau untuk hadir dan berpartisipasi. Kegiatan ini akan menjadi ruang kolaborasi seluruh pihak dan masyarakat utk sumatera utara," tambah Chalikul.
Pelaksanaan kegiatan ini menyatukan peran pemerintah kabupaten dan kota, PDHI, akademisi perguruan tinggi, sektor swasta, komunitas, peternak, pelaku UMKM, hingga khalayak umum. Chalikul berharap agenda tersebut memberi efek positif berkesinambungan bagi taraf kesehatan warga dan kondisi kesejahteraan hewan di Sumatera Utara.
"Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pengendalian rabies merupakan tanggung jawab kita semua. Kita ingin memperkuat perlindungan masyarakat serta mewujudkan Sumut Bebas Rabies," tuturnya.