MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Minggu, 20 September 2026. Hasilnya, hujan ringan hingga sedang diprediksi turun di sebagian besar kabupaten. Suhu udara berkisar 22-33 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, menyentuh 99 persen di beberapa titik.
Dari data BMKG, delapan kabupaten masuk kategori hujan ringan. Labuhanbatu menjadi satu-satunya wilayah yang diprakirakan mengalami hujan sedang.
Delapan Kabupaten Berpotensi Hujan Ringan
Langkat diprediksi hujan ringan dengan suhu 25-31 derajat Celsius dan kelembapan 64-99 persen. Kondisi serupa berlaku di Deli Serdang, dengan suhu 24-31 derajat Celsius dan kelembapan 67-98 persen.
Simalungun juga berpotensi hujan ringan. Suhu di wilayah ini berkisar 22-29 derajat Celsius dengan kelembapan 73-97 persen.
Di pesisir timur, Asahan memprakirakan hujan ringan dengan suhu 24-32 derajat Celsius serta kelembapan 63-99 persen. Serdang Bedagai menyusul dengan suhu 24-31 derajat Celsius dan kelembapan 66-98 persen.
Batu Bara diprakirakan mengalami kondisi serupa. Suhu udara 25-32 derajat Celsius dengan kelembapan 65-98 persen.
Labuhanbatu Raya: Hujan Sedang hingga Kelembapan 99 Persen
Labuhanbatu menjadi wilayah dengan intensitas hujan paling tinggi. BMKG memprakirakan hujan sedang turun dengan suhu 24-32 derajat Celsius dan kelembapan 61-99 persen.
Di kawasan Labuhanbatu Raya, Labuhanbatu Selatan diprediksi hujan ringan. Suhu udara 25-33 derajat Celsius dengan kelembapan 59-99 persen.
Labuhanbatu Utara juga berpotensi hujan ringan. Suhu berkisar 24-33 derajat Celsius dan kelembapan 58-99 persen.
Apa Dampaknya bagi Warga?
Kelembapan yang menyentuh 99 persen di banyak daerah membuat udara terasa lembap sepanjang hari. Warga yang beraktivitas di luar ruangan perlu menyiapkan jas hujan atau payung, terutama pada pagi dan sore hari.
Bagi petani di Langkat, Deli Serdang, dan Simalungun, hujan ringan bisa membantu pasokan air irigasi. Namun hujan sedang di Labuhanbatu berpotensi menggenangi jalan kampung dan area persawahan rendah.
BMKG mengimbau warga memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi. Perubahan arah angin dan awan hujan bisa menggeser lokasi hujan dalam hitungan jam.