MEDAN — BPBD Sumatera Utara mendata enam kabupaten/kota yang dilanda banjir pada periode 5-7 September 2026. Keenam wilayah itu adalah Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Langkat, Kota Medan, dan Kota Binjai.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menyebut laporan tersebut diterima Pusdalops Sumut.
"Berdasarkan laporan enam kabupaten/kota di Sumut dilanda banjir," kata Sri Wahyuni, Rabu (9/9/2026).
Kabupaten Langkat Paling Parah, 2.678 KK Terdampak
Pusdalops Sumut mencatat Kabupaten Langkat menjadi daerah yang paling terdampak. Sebanyak 2.678 kepala keluarga dari empat kecamatan terendam banjir.
Kota Medan menyusul dengan 817 kepala keluarga dari satu kecamatan terdampak. Adapun Kabupaten Nias Barat mencatat 595 kepala keluarga dari empat kecamatan terdampak.
Kota Binjai dan Deliserdang Terdampak
Di Kota Binjai, banjir memengaruhi 461 kepala keluarga. Sementara itu, Kabupaten Deliserdang mencatat 30 kepala keluarga dari satu kecamatan terdampak.
Berbeda dengan wilayah lain, banjir di Kabupaten Nias Selatan berdampak pada fasilitas umum di Kecamatan Hilisalawa'ahe.
Banjir Terjadi Sabtu Hingga Senin
Sri Wahyuni menjelaskan banjir di enam daerah tersebut terjadi secara bertahap. Sebagian wilayah terendam pada Sabtu (5/9), sebagian lainnya pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9).
"Banjir yang melanda enam kabupaten/kota tersebut ada yang terjadi pada Sabtu (5/9), Minggu (6/9) dan Senin (7/9)," katanya.
Pemda Setempat Lakukan Pendataan dan Penanganan
Penanganan bencana dilakukan oleh masing-masing pemerintah setempat bersama pemangku kebijakan terkait. Pemerintah daerah melakukan pendataan ke lokasi terdampak serta memantau perkembangan situasi.
BPBD Sumut juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.