MADINA — Dua unit Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas Perikanan Mandailing Natal akan direhabilitasi total tahun ini. Bupati Saipullah Nasution telah menyetujui usulan perbaikan untuk BBI di Desa Saba Jambu, Kecamatan Panyabungan, dan BBI di Desa Tanjung Mompang melalui mekanisme Perubahan APBD (P-APBD) 2026.
Keputusan ini diambil setelah bupati meninjau langsung kondisi BBI Saba Jambu. Sebelumnya, fasilitas perikanan tersebut sempat menjadi pusat produksi ikan terbesar di Madina dengan kapasitas mencapai 2,5 ton per minggu.
Kerusakan Kolam dan Saluran Air Jadi Pemicu Utama
Kepala Dinas Perikanan Madina, Alinafiah Nasution, mengakui kondisi dua BBI tersebut memprihatinkan. Kolam, saluran air, hingga sarana pendukung lainnya sudah tidak layak operasi.
"Baik kolam, saluran air, maupun sarana pendukung lainnya sudah tidak layak. Makanya perlu dilakukan rehabilitasi total agar bisa beroperasi optimal kembali," ujar Alinafiah.
Target Produksi 2,5 Ton per Minggu untuk Dukung MBG
Bupati menargetkan rehabilitasi ini menghidupkan kembali kejayaan BBI Saba Jambu yang pernah memproduksi 2,5 ton ikan per minggu. Ia menekankan perbaikan menyeluruh termasuk pembenahan sistem saluran air.
"InsyaAllah tahun ini kita lakukan perbaikan di dua lokasi BBI ini, termasuk saluran airnya. Tujuannya agar BBI bisa kembali berjaya seperti awal berdiri yang mampu menghasilkan 2,5 ton ikan per minggu," kata Saipullah.
Produksi benih yang stabil dinilai krusial untuk menyuplai kebutuhan pembudidaya ikan di Madina. Lebih dari itu, keberadaan BBI yang produktif menjadi penopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten tersebut.
"Kita butuh suplai ikan dari daerah sendiri. Kalau BBI ini hidup lagi, kebutuhan protein untuk masyarakat dan dukungan MBG bisa kita penuhi dari Madina," tegas bupati.
Rehabilitasi Total dan Langkah Tindak Lanjut Pemkab
Pemkab Madina berharap rehabilitasi menyeluruh ini mampu memulihkan fungsi BBI sebagai pemasok benih berkualitas. Dinas Perikanan diminta fokus melakukan pembenahan agar operasional kembali normal.
"Alhamdulillah Bupati sudah menyetujui untuk dilakukan rehabilitasi BBI di dua desa itu," kata Alinafiah.
Dengan pulihnya dua BBI tersebut, Pemkab Madina optimistis ketahanan pangan daerah menguat. Pasokan benih lokal diharapkan mengurangi ketergantungan pada daerah lain serta mendorong pertumbuhan budidaya ikan di Mandailing Natal.