SUMATERA UTARA — Kabar duka menyelimuti industri musik dunia. Dolly Parton, ikon country yang karyanya telah menembus lintas generasi, berpulang di usia 80 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak besar, bukan hanya sebagai entertainer, tetapi juga filantropis yang karyanya menyentuh jutaan anak-anak di berbagai negara.
Perjuangan Kesehatan di Tahun Terakhir
Sebelum berpulang, kondisi kesehatan Dolly memang sudah menjadi perhatian publik. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit empat hari sebelum kematiannya. People mewartakan bahwa pelantun "I Will Always Love You" ini juga berjuang melawan masalah ginjal dan penyakit autoimun.
Beberapa hari sebelum wafat, Dolly sempat membenarkan bahwa kesehatannya menurun. Ia mengaku sempat mengabaikan kondisinya sendiri saat fokus merawat sang suami, Carl Dean, yang meninggal dunia pada Maret 2025.
“Seperti yang telah saya sampaikan dalam berbagai pesan video sepanjang tahun lalu, saya sedang menghadapi sejumlah masalah kesehatan yang sempat saya abaikan saat saya sedang merawat Carl," ujarnya kala itu.
Pernyataan Resmi dari Perwakilan
Perwakilan Dolly Parton akhirnya buka suara mengenai penyebab kepergian sang legenda. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut Dolly meninggal dengan tenang.
"Setelah menghadapi perjuangan singkat melawan kanker dengan penuh keberanian, Dolly berpulang hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, dengan dikelilingi oleh orang-orang terkasihnya," demikian bunyi pernyataan tim Dolly. Jenis kanker yang dideritanya tidak dijelaskan lebih rinci.
Pernyataan itu juga menyoroti dedikasi Dolly selama hidupnya. "Dolly Parton yang kita cintai telah mendedikasikan hidup dan kariernya untuk menghadirkan sukacita, tawa, harapan, dan integritas dalam segala hal yang disentuhnya. Kedermawanannya yang luar biasa telah menjangkau kehidupan banyak orang yang tak terhitung, bahkan mereka yang tidak pernah ia temui secara langsung. Namun ia senantiasa hadir untuk memberikan uluran tangan," tulis mereka.
Warisan Filantropi Lewat Imagination Library
Lebih dari sekadar penyanyi, Dolly dikenal luas atas kerja sosialnya. Lewat Imagination Library miliknya, ia telah menyumbangkan ratusan juta buku untuk anak-anak di berbagai belahan dunia.
Tak berhenti di situ, Dolly juga mendanai riset yang membantu menciptakan vaksin penyelamat jiwa yang digunakan secara global. "Kasih sayang tulus Dolly bagi semua orang menjadi kekuatan pendorong di balik dampak abadi yang ia ciptakan," lanjut perwakilannya.
Pengumuman Lewat Video oleh Keponakan
Kabar duka ini pertama kali disampaikan melalui sebuah video oleh keponakan Dolly, Bryan Seaver, yang juga menjabat sebagai kepala keamanannya. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan permintaan Dolly sebelum ia meninggal dunia.
Dolly Parton meninggalkan warisan musik yang luar biasa, mulai dari "Jolene", "9 to 5", hingga "I Will Always Love You" yang melegenda. Karyanya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang, baik di Nashville maupun di seluruh dunia. Selamat jalan, Ratu Musik Country.