KARO — Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Mardinding, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, pada Kamis (27/8/2026) dini hari. Sedikitnya delapan unit rumah hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga dipicu arus pendek listrik tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 01.30 WIB dari salah satu rumah warga. Kondisi angin kencang dan jarak antarbangunan yang rapat membuat api cepat membesar serta mengancam rumah-rumah di sekitarnya.
Respons Cepat TNI dan Damkar di Lokasi Kejadian
Begitu menerima laporan warga, personel Yonif TP 904/Gara Mata bersama petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi. Di tengah kepungan api, para prajurit tidak hanya membantu pemadaman, tetapi juga mengevakuasi barang-barang berharga milik warga dan membuat sekat agar api tidak menjalar lebih jauh.
"Kami mendapat informasi dan langsung bergerak ke TKP. Anggota dibagi tugas, sebagian membantu pemadaman dan sebagian lainnya membantu warga menyelamatkan harta benda serta mengamankan lokasi. Alhamdulillah, api dapat kami jinakkan sekitar dua jam kemudian," ujar salah seorang personel di lokasi.
Danyonif 904: Ini Panggilan Kami untuk Rakyat
Danyonif TP 904/Gara Mata, Letkol Inf Anom Wahyu Sasmita, S.I.P., M.Tr.(Mil.), menegaskan bahwa kehadiran prajuritnya merupakan wujud pengabdian TNI kepada masyarakat. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu proses pemulihan pascakebakaran.
"Atas nama Komando dan seluruh prajurit Yonif TP 904/Gara Mata, kami menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kami di Mardinding. Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel. Ini adalah tugas dan panggilan kami sebagai TNI untuk hadir bersama rakyat dalam suka maupun duka," katanya melalui sambungan telepon.
Warga Terdampak: Bantuan TNI Sangat Berarti
Kehadiran prajurit di tengah duka warga mendapat apresiasi langsung. Tarigan (52), salah seorang warga terdampak, mengaku bersyukur atas respons cepat yang diberikan personel Yonif 904.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak TNI dari Yonif 904. Kalau tidak ada bantuan cepat dari bapak-bapak TNI, mungkin api sudah membakar lebih banyak rumah. Mereka datang, membantu memadamkan api dan mengangkat barang-barang kami. TNI memang selalu ada untuk rakyat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Br. Ginting (45), warga sekitar lokasi kejadian. "Kami bangga dan terharu melihat semangat para prajurit. Dari pagi sampai api padam, mereka tidak beristirahat. Ini bukti TNI tidak hanya menjaga negara, tetapi juga membantu masyarakat," katanya.
Pemdes dan BPBD Turun Tangan untuk Pendataan
Hingga pagi hari, personel Yonif TP 904/Gara Mata masih berada di lokasi untuk membantu pendataan, membersihkan puing-puing, serta memberikan bantuan logistik awal kepada warga terdampak. Sementara itu, Pemerintah Desa Mardinding bersama BPBD Kabupaten Karo telah turun ke lokasi untuk mendata kerugian dan menyalurkan bantuan darurat.
Danyonif Anom juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Instalasi listrik di rumah sebaiknya diperiksa secara berkala dan pastikan tidak ada sumber api yang dapat memicu kebakaran.