Pencarian

Pemprov Sumut Genjot Perbaikan Infrastruktur Pascabencana, Target Tambah 5.050 Hektare Lahan Pertanian Produktif

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:10:01 WIB
Pemprov Sumut Genjot Perbaikan Infrastruktur Pascabencana, Target Tambah 5.050 Hektare Lahan Pertanian Produktif
Dinas SDA Sumut dan BBWS Sumatera membangun Sabo Dam di hulu Sungai Aek Sigala-gala untuk mengendalikan sedimen dan mencegah banjir susulan di Tapanuli Tengah.

MEDAN — Dinas SDA Sumut berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana di beberapa titik. Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyebut penanganan di Sungai Aek Sigala-gala, Tapanuli Tengah, menjadi prioritas karena dilakukan dari hulu hingga hilir untuk mengendalikan sedimen dan mencegah banjir susulan.

Sabo Dam dan Penguatan Tebing Jadi Kunci Penanganan

Di bagian hulu, BBWS Sumatera membangun Sabo Dam yang berfungsi menahan material sedimen agar tidak terbawa arus ke kawasan hilir. Sementara itu, di bagian hilir, Dinas SDA Sumut melakukan penguatan tebing di sejumlah titik yang terdampak banjir.

"Untuk kawasan hilir Dinas SDA Sumut melakukan penguatan tebing di beberapa titik banjir. Progresnya sudah teken kontrak dan alat berat juga sudah di lapangan. Minggu ini sudah beroperasi agar perbaikan infrastruktur banjir yang rusak bisa cepat selesai," kata Gibson dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (26/8/2026).

16 Kegiatan Pascabencana, 9 Proyek Sudah Teken Kontrak

Sepanjang 2026, Dinas SDA Sumut menangani 16 kegiatan pascabencana. Sebanyak sembilan kegiatan pembangunan telah menandatangani kontrak, sementara tujuh lainnya masih dalam proses tender.

Kegiatan tersebut tersebar di Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Batubara, dan Mandailing Natal. Untuk proyek yang menggunakan anggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD), mayoritas berlokasi di Tapanuli Tengah dengan nilai bervariasi.

  • Perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan: Rp25 miliar
  • Rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Badiri Lopian: Rp1,5 miliar
  • Rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Mombang Boru: Rp18 miliar
  • Perkuatan tebing Sungai Aek Badiri: Rp30 miliar
  • Rehabilitasi tanggul Sungai Aek Sibundong: Rp30 miliar
  • Perbaikan tanggul Sungai Aek Pintu Bosi: Rp23 miliar
  • Rehabilitasi tanggul Sungai Aek Siaili Tukka: Rp20 miliar
  • Perkuatan tebing Sungai Aek Sibuluan: Rp50 miliar

Target 5.050 Hektare Lahan Produktif Baru

Selain pemulihan pascabencana, Dinas SDA Sumut juga memperluas jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan. Gibson menyebut, dari total potensi lahan irigasi permukaan dan rawa sekitar 113.000 hektare di Sumatera Utara, baru sekitar 36.000 hektare yang produktif.

"Tahun ini kami akan menangani 20 daerah irigasi untuk menambah lahan pertanian produktif di Sumut seluas 5.050 hektare," jelasnya. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung hingga Desember 2026, sehingga luas lahan produktif diharapkan meningkat menjadi sekitar 41.000 hektare pada tahun depan.

Gibson menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur SDA ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara pascabencana.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: orbitdigitaldaily.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks