Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si., menegaskan pemutakhiran data keluarga harus menghasilkan data yang akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan. Hal ini disampaikan dalam Launching Pemutakhiran Data Keluarga pada Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun, Kamis (20/8). Kegiatan ini melibatkan jajaran pemerintah daerah hingga kader pendata sebagai ujung tombak pendataan.
SIMALUNGUN — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si., mengingatkan bahwa data keluarga bukan sekadar kumpulan angka statistik. Dalam setiap data tersebut tersimpan kondisi, kebutuhan, hingga persoalan yang dihadapi keluarga di lapangan.
“Data keluarga bukan sekadar angka. Di dalam setiap data terdapat kondisi, kebutuhan, dan persoalan keluarga yang harus kita pahami. Karena itu, data yang kita miliki harus benar-benar akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar Mahyuzar saat kegiatan launching di Kecamatan Tanah Jawa, Kamis (20/8).
Menurutnya, kualitas data sangat menentukan ketepatan perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Jika data yang dihasilkan keliru, maka intervensi pemerintah pun berisiko tidak tepat sasaran.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Kualitas Data
Mahyuzar menegaskan proses pemutakhiran data tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, hingga kader pendata untuk memastikan hasil pendataan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemutakhiran data keluarga ini tidak dapat dilakukan sendiri. Kita harus bersama-sama memastikan data yang dihasilkan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Kegiatan launching ini dihadiri Asisten I Pemerintah Kabupaten Simalungun, Kapolsek Tanah Jawa, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Simalungun, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Desa, Puskesmas Tanah Jawa, Koordinator Wilayah (Korwil), serta para kader pendata.
Kunjungan Langsung ke Rumah Warga untuk Pastikan Data Faktual
Usai seremoni launching, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah keluarga sasaran, salah satunya keluarga Bapak Deni. Mahyuzar menyaksikan langsung proses wawancara yang dilakukan kader pendata menggunakan metode Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) melalui aplikasi Data Keluarga.
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang dikumpulkan benar-benar menggambarkan kondisi keluarga secara faktual. Mahyuzar menekankan bahwa di balik setiap data terdapat keluarga dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda.
“Dengan turun langsung ke lapangan, kita dapat memastikan bahwa data yang dikumpulkan benar-benar menggambarkan kondisi keluarga. Karena itu, pendataan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Kader Pendata: Ujung Tombak Akurasi Data Keluarga
Mahyuzar memberikan apresiasi khusus kepada para kader pendata yang bekerja langsung di tengah masyarakat. Ia berharap seluruh kader dapat melaksanakan pendataan dengan teliti dan bertanggung jawab.
“Kader adalah ujung tombak kita di lapangan. Saya berharap seluruh kader dapat melaksanakan pendataan dengan teliti dan penuh tanggung jawab, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan,” tambahnya.
Pemutakhiran Data Keluarga pada SIGA Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun diharapkan memperkuat ketersediaan Satu Data Keluarga yang akurat dan mutakhir. Data ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan berbasis bukti serta memastikan program pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat sasaran.