DAIRI — Seorang guru di SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu mengungkapkan bahwa usulan perbaikan meja dan kursi yang patah kerap ditolak Kepala Sekolah Saidin Anakampun. Alih-alih diperbaiki menggunakan dana sekolah, guru dan siswa justru diminta untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
"Untuk perawatan seperti mobiler yang sering patah, namun ketika pihak guru mengajukan ke kepala sekolah untuk perbaikan malah dijawab, tidak ada uang dan perbaiki bersama siswa. Di sekolah juga tidak pernah ada alat kebersihan kecuali jika ada siswa yang bawa sapu lidi atas nama pelajaran prakarya," ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Alasan Kasek: Sapu Lidi Bagian dari Tugas Prakarya
Guru yang enggan disebutkan identitasnya itu menuturkan, ketersediaan peralatan kebersihan seperti sapu lidi di sekolah hanya bergantung pada bawaan siswa. Kepala sekolah disebut selalu beralasan bahwa sapu lidi yang dibawa siswa merupakan bagian dari pelajaran prakarya.
Selain persoalan kebersihan, guru tersebut juga menyoroti sikap kepala sekolah yang kerap beralasan tidak memiliki anggaran untuk membiayai siswa yang mengikuti perlombaan atas nama sekolah. Kondisi ini dinilai menghambat pengembangan bakat siswa di luar jam pelajaran.
Dana BOS 2024-2025: Belanja Administrasi dan Pemeliharaan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Tahun Anggaran 2024 dan 2025. Rincian penggunaan dana tersebut menunjukkan adanya alokasi khusus untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.
Pada 2024, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana dialokasikan sebesar Rp 52.647.000 di Kegiatan Tahap I dan Rp 23.792.000 di Kegiatan Tahap II. Sementara itu, pos administrasi kegiatan sekolah tercatat menyerap dana terbesar, yakni Rp 110.450.000 di Tahap I dan Rp 133.664.340 di Tahap II.
Memasuki 2025, alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana kembali dianggarkan sebesar Rp 42.000.000. Adapun pos administrasi kegiatan sekolah pada periode yang sama dialokasikan Rp 129.411.000.
Evaluasi Kinerja Kasek Dinilai Perlu Dilakukan
Menanggapi temuan di lapangan, Robinson meminta Bupati Dairi Vickner Sinaga untuk mengevaluasi kinerja Kepala SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu. Evaluasi dinilai perlu dilakukan untuk memastikan pengelolaan dana BOS berjalan sesuai peruntukannya, terutama dalam hal perawatan fasilitas belajar mengajar.
Belum ada tanggapan resmi dari Kepala Sekolah Saidin Anakampun maupun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi terkait permintaan evaluasi tersebut. Kondisi ini masih terus dipantau oleh sejumlah pihak yang berkepentingan terhadap kualitas pendidikan di wilayah tersebut.