Pencarian

Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjungbalai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ, RSJ Siapkan Layanan Jemput Antar

Senin, 20 Juli 2026 • 16:06:31 WIB
Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjungbalai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ, RSJ Siapkan Layanan Jemput Antar
Tim medis RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem bersiap menjemput pasien ODGJ yang masih dipasung di Kabupaten Asahan, Tanjungbalai, dan Labura.

MEDAN — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sumut mengerahkan tim ke tiga daerah pekan ini untuk menjemput pasien ODGJ yang masih dipasung. Direktur RSJ Sri Suriani Purnamawati menyatakan, praktik pemasungan kerap dilakukan keluarga karena khawatir pasien mengganggu atau meresahkan warga. Padahal, tindakan itu dilarang dan tidak dibenarkan secara hukum maupun medis.

Layanan Jemput Antar Jadi Kunci Program Bebas Pasung

Untuk mendukung program tersebut, RSJ menyediakan layanan transportasi khusus yang menjemput pasien dari rumah dan mengantarnya kembali setelah menjalani perawatan. Sri menjelaskan, layanan ini menjadi tantangan tersendiri karena pasien ODGJ tidak bisa menggunakan transportasi umum, sementara ambulans berbayar. Saat ini, baru satu mobil operasional yang tersedia.

“Minggu ini kita coba untuk turun ke daerah mengatasi masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ yang dipasung pihak keluarganya. Selama ini mereka dipasung supaya tidak mengganggu, tidak meresahkan masyarakat, padahal itu dilarang dan tidak dibenarkan,” ujar Sri dalam konferensi pers di Medan, Kamis (16/7/2026).

Rehabilitasi Psikososial untuk Kembalikan Kemandirian Pasien

Setelah dijemput, pasien akan mengikuti program rehabilitasi psikososial atau daycare di RSJ. Program ini dirancang untuk membangun kebiasaan positif dan kemandirian pasien melalui aktivitas harian. Pasien datang pagi hari dan dijemput keluarganya pada sore hari.

“Rehabilitasi psikososial itu penting untuk ODGJ karena bertujuan membentuk kebiasaannya setiap hari dia melakukan aktivitas apa saja. Ini menjadi strategi untuk kemandirian pasien, makanya kita berikan layanan ini di mana pasien pagi diantar dan sore dijemput keluarganya,” kata Sri.

Selama daycare, pasien mengikuti pembinaan kerohanian, pengajian, melukis, hingga pelatihan keterampilan membuat sabun cuci piring, eco enzyme, dan karbol. RSJ juga mengajarkan budidaya magot dan beternak ayam petelur. Hasil karya pasien dipamerkan di stan RSJ pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50.

Kerja Sama dengan Baznas untuk Tambah Armada

Untuk mengatasi keterbatasan armada, RSJ bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dana dari zakat, infak, dan sedekah digunakan untuk pengadaan kendaraan operasional tambahan. “Kerja sama ini membuat program daycare lebih masif, masyarakat merasa nyaman jika keluarganya yang ODGJ dijemput dan diantar kembali. Saat ini, masih satu mobil, kita terus membuka donasi, mudah-mudahan mobil transportasi ini bisa bertambah,” harap Sri.

186 ODGJ Sudah Ditangani, Dua Pasien di Tanjungbalai Masih Dipasung

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita menyebutkan, sebanyak 186 ODGJ di 33 kabupaten/kota telah mendapatkan penanganan. Di Tanjungbalai, dari lima orang yang terpasung, tinggal dua orang yang keluarganya belum bersedia membawa ke RSJ.

“Masyarakat yang terpasung akan kita bawa ke RS Jiwa, seperti di Tanjung Balai dari lima orang yang terpasung tinggal dua orang lagi yang keluarganya belum bersedia. Padahal, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) harus dibawa ke RS Jiwa untuk mendapatkan pelayanan yang standar,” kata Hery.

Deteksi Dini Kesehatan Mental untuk Anak Sekolah

Selain program bebas pasung, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga akan menjalankan program deteksi dini kesehatan mental bagi anak sekolah. Langkah ini bertujuan menemukan lebih awal Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) sehingga penanganan, termasuk terapi, dapat dilakukan lebih cepat. “Kalau ada anak dan remaja yang mengalami masalah kejiwaan mungkin karena beban tugas di sekolah yang tinggi bisa datang ke RSJ untuk mendapatkan layanan kesehatan langsung dengan dokter psikiatri khusus untuk anak dan remaja,” ujar Sri.

Program penanganan ODGJ ini masuk dalam skema Universal Health Coverage (UHC), Program Berobat Gratis (PROBIS), dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut. Masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan jiwa tanpa biaya.

Bagikan
Sumber: beritasore.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks