Pencarian

Tiga Pejabat Pemkab Asahan Jadi Pembina Upacara di SMP Berbeda, Ini Pesan untuk Murid Baru

Selasa, 14 Juli 2026 • 23:03:01 WIB
Tiga Pejabat Pemkab Asahan Jadi Pembina Upacara di SMP Berbeda, Ini Pesan untuk Murid Baru
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menjadi pembina upacara di SMP Negeri 2 Pulau Bandring pada Hari Pertama Masuk Sekolah.

ASAHAN — Upacara Hari Pertama Masuk Sekolah di Kabupaten Asahan tahun ini tidak berpusat di satu lokasi. Tiga pejabat tertinggi di lingkungan Pemkab Asahan ditugaskan menjadi pembina upacara di tiga SMP berbeda secara bersamaan.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin upacara di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Bandring. Wakil Bupati Rianto menjadi pembina di UPTD SMP Negeri 1 Simpang Empat. Sementara Sekretaris Daerah Zainal Aripin Sinaga bertugas di UPTD SMP Negeri 1 Meranti.

Ketiganya menyampaikan amanat dengan tema yang selaras namun dengan penekanan berbeda sesuai kondisi masing-masing sekolah.

Bupati Dorong 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Di hadapan siswa SMP Negeri 2 Pulau Bandring, Bupati Taufik Zainal Abidin menyambut murid baru yang memulai pendidikan di jenjang SMP. "Hari ini merupakan langkah awal dalam perjalanan pendidikan yang lebih tinggi, lebih menantang, sekaligus lebih menyenangkan. Jadikanlah sekolah sebagai tempat untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, dan membangun karakter yang baik," ujarnya.

Bupati juga mengajak seluruh siswa menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuh kebiasaan itu meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. "Saya mengajak seluruh murid untuk menjadikan tujuh kebiasaan tersebut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," pesannya.

Wakil Bupati: Tidak Ada Tempat untuk Bullying di Sekolah

Pesan berbeda disampaikan Wakil Bupati Rianto di UPTD SMP Negeri 1 Simpang Empat. Ia menegaskan pentingnya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. "Saya juga menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah," tegasnya.

Wakil Bupati juga memperingatkan siswa agar menjauhi perilaku negatif yang bisa merusak masa depan. "Selain menjauhi perundungan dan perilaku negatif lainnya, saya juga mengingatkan agar tidak terlibat dalam kelompok atau aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, termasuk geng motor dan bentuk pergaulan yang mengarah pada kenakalan remaja," katanya.

Sekda Minta Guru dan Orang Tua Jadi Teladan

Sementara itu, Sekda Zainal Aripin Sinaga di UPTD SMP Negeri 1 Meranti mengajak guru, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang positif. "Kepada para guru dan tenaga kependidikan, saya berharap dapat terus menjadi teladan dalam membangun budaya sekolah yang positif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan," ujarnya.

Sekda juga meminta orang tua aktif mendampingi anak-anak mereka. "Mari bersama-sama mendampingi, membimbing, dan mengawasi putra-putri kita agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda menegaskan komitmen Pemkab Asahan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Pemerintah daerah disebut akan fokus pada penyediaan layanan pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter murid, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Bagikan
Sumber: mitanews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks