MEDAN — Janji kampanye Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk berkantor di Kepulauan Nias segera dijalankan. Usai melantik delapan pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut, Senin, ia memastikan kegiatan tersebut akan dimulai dalam waktu dekat.
"Nanti (berkantor) akan bergantian dengan Wakil Gubernur," kata Bobby di Medan, Senin.
Janji Tiga Bulan yang Dibagi Dua
Bobby menjelaskan, komitmen berkantor di Nias merupakan bagian dari janji politiknya bersama Wagub Surya. Meski awalnya dijanjikan selama tiga bulan, pelaksanaannya akan dibagi berdua.
"Insya Allah, nanti Rabu. Janjinya tiga bulan, tetapi bergantian dengan pak Wagub," ujarnya.
Selama berada di Nias, orang nomor satu di Sumut itu berencana berkeliling ke sejumlah wilayah. Agenda utamanya adalah meninjau sektor-sektor strategis yang sedang dikembangkan serta berdialog langsung dengan masyarakat.
Pendidikan Jadi Prioritas Pertama
Perhatian khusus akan diberikan pada sektor pendidikan. Bobby menyebut akan meninjau sejumlah gedung sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi para siswa.
Program prioritas Pemprov Sumut ini dinilai krusial mengingat sejumlah daerah di Nias masih menghadapi tantangan akses dan kualitas pendidikan yang merata.
Infrastruktur: Jembatan Idano Noyo Jadi Bukti
Selain pendidikan, peninjauan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan juga masuk dalam agenda. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan Bobby pada awal masa jabatannya sebagai gubernur.
Salah satu hasil yang sudah terlihat adalah rampungnya pembangunan Jembatan Idano Noyo di Kabupaten Nias Barat. Jembatan tersebut telah diresmikan dan mulai digunakan untuk umum pada Februari 2026.
Keberadaan jembatan itu diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik antarwilayah di Nias Barat yang selama ini terkendala akses sungai.
Dialog Langsung dengan Warga
Bobby menegaskan bahwa kegiatan berkantor ini tidak hanya bersifat seremonial. Ia akan memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat Nias guna mendengar keluhan dan aspirasi mereka secara langsung.
Pendekatan ini menjadi strategi Pemprov Sumut untuk memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga di kepulauan yang kerap kali luput dari perhatian pusat pemerintahan di Medan.