MEDAN — Angka itu naik dibandingkan target tahun lalu yang sebesar Rp1,74 triliun, namun realisasi 2024 hanya mencapai Rp1,44 triliun dari 2,2 juta unit kendaraan yang membayar. Artinya, masih ada celah besar antara potensi dan kepatuhan.
Lewat GAS KEN, Bapenda tidak lagi sekadar menunggu wajib pajak datang ke kantor. Tim sosialisasi dibentuk untuk turun langsung ke lapangan.
Sosialisasi Sampai ke Warung dan Rumah Warga
"Petugas kita sudah dibentuk tim untuk melakukan sosialisasi di lapangan. Bisa di jalanan, bisa tempat umum, tempat keramaian, warung-warung sampai ke rumah-rumah warga," ujar Sutan Tolang Lubis di Medan, Rabu.
Program ini dijalankan bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (Pependa) se-Sumut, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Bapenda kabupaten/kota. Tujuannya satu: menagih kesadaran, bukan sekadar mengejar setoran.
Angka Kepatuhan Jadi Pekerjaan Rumah
Dari data Bapenda, realisasi PKB 2024 hanya Rp1,44 triliun dari target Rp1,74 triliun. Jumlah kendaraan yang patuh membayar baru 2,2 juta unit. Angka ini menunjukkan masih banyak pemilik kendaraan di Sumut yang menunggak atau lupa jatuh tempo.
"Harapkan dari GAS KEN ini, tentu masyarakat menyadari pajak kendaraannya dan memeriksa apakah pajaknya sudah jatuh tempo. Jika sudah jatuh tempo, harapan kita agar segera dibayarkan," papar Sutan.
Target 2025: Lebih Ambisius, Lebih Masif
Dengan target Rp1,81 triliun di 2025, Bapenda Sumut harus bekerja lebih keras. Tahun lalu saja realisasi masih jomplang. Karena itu, pendekatan door-to-door dan kerja sama lintas instansi dinilai jadi kunci.
"Lebih masif lagi, kita kerja sama dengan pihak-pihak terkait agar memiliki kesadaran terhadap pajak. Semoga ini bisa memberikan dampak lebih luas, dan memaksimalkan target kita," tutur Sutan.
Program GAS KEN diharapkan tidak hanya menaikkan angka penerimaan, tapi juga membangun budaya pajak yang lebih baik di kalangan pemilik kendaraan bermotor di Sumatera Utara.